Jumat, 30 Januari 2026

Pemprov Banten
per

Blueprint Masa Depan, Suksesi APBD 2025 dan Ketajaman Bappeda Tangerang Menuju Episentrum Nasional

Bappeda
KOTA TANGERANG, bantensatu – Memasuki awal tahun 2026, Kota Tangerang semakin mengukuhkan posisinya sebagai kota jasa dan industri paling progresif di gerbang barat Jakarta. Di bawah nakhoda Wali Kota H. Sachrudin, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mencatatkan sejarah baru dengan optimalisasi APBD sebesar Rp5,8 triliun, sebuah angka signifikan yang diproyeksikan untuk membiayai transformasi layanan publik yang berorientasi pada masa depan (future-ready city). 
Di balik postur anggaran yang prestisius tersebut, terdapat peran sentral Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang dipimpin oleh Yeti Rohaeti. Melalui tangan dinginnya, Bappeda berhasil merumuskan cetak biru pembangunan yang tidak hanya ambisius, tetapi juga terukur dan akuntabel, sebuah capaian yang layak menjadi referensi bagi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mengevaluasi tata kelola perencanaan daerah yang unggul. 
Wali Kota Sachrudin menegaskan bahwa kenaikan APBD dari Rp5,4 triliun di tahun 2024 menjadi Rp5,8 triliun merupakan bukti nyata pertumbuhan ekonomi kota yang inklusif.
“Anggaran ini adalah amanah rakyat. Fokus kami adalah memastikan setiap rupiah kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan kesehatan prima, pendidikan gratis berkualitas, dan infrastruktur anti-banjir yang tangguh,” tegas Sachrudin
.
Kepemimpinan Sachrudin yang dikenal humanis namun tegas ini, bersinergi dengan ketajaman manajerial Yeti Rohaeti di Bappeda. Yeti berhasil mengalokasikan anggaran secara presisi ke dalam sektor-sektor kunci, yakni Infrastruktur (38,4%), Pendidikan (26,3%), dan Kesehatan (17,9%).
Yeti Rohaeti menekankan bahwa perencanaan tahun ini didasarkan pada lima isu strategis yang menjawab tantangan aglomerasi dan ledakan penduduk.
“Kami tidak hanya membangun fisik, tapi membangun daya saing manusia. Dari program Universal Health Coverage (UHC) hingga penguatan modal bagi warga miskin ekstrem, semuanya dirancang agar tidak ada warga Tangerang yang tertinggal di tengah kemajuan zaman,” papar Yeti saat ditemui di ruang kerjanya. 
Berikut adalah dekomposisi program unggulan hasil perencanaan matang Bappeda yang telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat:
Tabel Program Strategis Pemkot Tangerang 2025-2026
Isu Strategis Program Unggulan Dampak Nyata di Masyarakat
SDM & Daya Saing Sekolah Gratis & Bantuan Mahasiswa Menekan angka putus sekolah; peningkatan IPM Kota Tangerang.
Kesehatan Umum UHC (Berobat Gratis) & RSUD Panbar Akses kesehatan paripurna hanya dengan KTP; penurunan angka kematian ibu/bayi.
Ekonomi Inklusif Modal Kerja & Job Fair Terintegrasi Penurunan tingkat pengangguran terbuka; penguatan UMKM naik kelas.
Infrastruktur Tangguh Community Center & Griya Harmoni Ruang interaksi sosial berkualitas dan peningkatan resapan air (Embung).
Lingkungan Hidup Revitalisasi TPA Rawa Kucing & TPST Pengelolaan sampah modern menuju energi terbarukan; Kota yang lebih asri.
Keberhasilan Pemkot Tangerang dalam mengelola perencanaan pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi antara pimpinan daerah dan badan perencanaan adalah kunci stabilitas. Inovasi Digital Government yang digalakkan melalui penguatan basis teknologi di OPD seperti Dukcapil dan BPBD, menempatkan Kota Tangerang dalam jajaran elit daerah dengan Indeks Pelayanan Publik terbaik di Indonesia.
Ketajaman Yeti Rohaeti dalam menyusun program bantuan modal miskin ekstrem yang ditambah secara signifikan tahun ini, menunjukkan sensitivitas sosial yang tinggi dalam perencanaan pembangunan—sebuah nilai yang selaras dengan arahan Presiden RI dalam pengentasan kemiskinan ekstrem nasional.
Dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang konsisten, Kota Tangerang di bawah kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan dukungan Bappeda, kini bukan lagi sekadar penyangga ibu kota, melainkan mercusuar pembangunan daerah di Indonesia. Sinergi ini memastikan bahwa setiap tantangan penduduk yang terus bertambah akan dijawab dengan kecepatan pelayanan dan ketepatan sasaran infrastruktur. (Irin Masi)

Tags

Terkini