Jumat, 30 Januari 2026

Pemprov Banten
per

Lebih dari Sekadar Buku: Strategi DPAD Kota Tangerang Ubah Literasi Jadi Kemandirian Ekonomi

DPAD
Pelatihan Fotografi yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang (foto :IMAM DWI SAPUTRA)
KOTA TANGERANG, bantensatu – Di tengah kepungan era digital yang serba cepat, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang melakukan redefinisi peran perpustakaan. Bukan lagi sekadar deretan rak sunyi berisi buku, perpustakaan kini bertransformasi menjadi kawah candradimuka bagi pemberdayaan masyarakat. Sepanjang tahun 2025, DPAD sukses mengorkestrasi 10 jenis pelatihan soft skill unggulan yang dirancang sebagai instrumen eskalasi ekonomi warga.
Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, menegaskan bahwa visi instansinya adalah membumikan literasi ke dalam bentuk karya nyata. Melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), DPAD menyasar peningkatan daya saing warga melalui kurikulum yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Dunia saat ini menuntut kita untuk serba digital dan mampu berkomunikasi dengan baik. Materi seperti Digital Marketing dan Public Speaking menjadi prioritas kami agar warga tidak hanya menjadi penonton dalam ekonomi kreatif, tapi menjadi pemain utama,” ujar Engkos dengan penuh optimisme.
Spektrum pelatihan yang dihadirkan mencakup aspek yang sangat luas:
  • Komunikasi & Teknologi: Bahasa Inggris, Microsoft Excel, dan Canva.
  • Industri Kreatif: Fotografi, Editing Video, dan Menulis Cerpen.
  • Kemandirian Wirausaha: Melukis Kaos dan teknik batik Ecoprint yang ramah lingkungan.
Mengapa Harus Ikut? Keuntungan Eksklusif bagi Peserta
Pelatihan yang diselenggarakan DPAD bukan sekadar pengisian waktu luang. Terdapat nilai tambah signifikan yang akan didapatkan oleh setiap peserta yang berpartisipasi:
  1. Sertifikasi Resmi & Pengakuan Kompetensi: Peserta akan mendapatkan bukti keikutsertaan yang dapat memperkuat portofolio dalam melamar pekerjaan atau membangun kepercayaan klien bagi para freelancer.
  2. Akses Eksklusif ke Jejaring (Networking): Ruang pelatihan menjadi titik temu para pegiat kreatif dan pelaku UMKM lokal. Ini adalah kesempatan emas untuk membangun kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan.
  3. Hilirisasi Produk melalui Pojok UMKM: Khusus bagi peserta kelas keterampilan produk (seperti Ecoprint dan kaos), DPAD menyediakan fasilitas Pojok UMKM di area perpustakaan. Fasilitas ini berfungsi sebagai etalase gratis bagi hasil karya peserta untuk dipasarkan kepada pengunjung perpustakaan.
  4. Bimbingan Mentor Profesional: Setiap kelas dipandu oleh praktisi yang ahli di bidangnya, memberikan wawasan praktis yang tidak didapatkan dari teori semata.
  5. Tanpa Biaya (Gratis): Seluruh rangkaian kelas berkelas ini disediakan tanpa memungut biaya sepeser pun, sebagai wujud pelayanan publik yang inklusif.
Filosofi di balik program ini adalah kemanusiaan. DPAD ingin memastikan bahwa setiap individu, mulai dari ibu rumah tangga hingga pemuda pengangguran, memiliki “senjata” keterampilan untuk bertahan dan berkembang.
“Kami mengundang seluruh warga untuk terus memanfaatkan fasilitas di DPAD. Perpustakaan adalah milik bersama, dan kami akan terus berupaya menghadirkan program yang bermanfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Engkos.
Bagi Anda yang rindu akan perubahan diri dan ingin meningkatkan kapasitas personal di tahun 2026 ini, pantau terus informasi jadwal dan pendaftaran kelas melalui akun Instagram resmi @dpadkotatangerang.
Jangan biarkan potensi Anda terpendam; saatnya ubah literasi menjadi aksi!

Warga juga dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan digital dan ruang baca yang nyaman untuk menunjang proses belajar mandiri setelah mengikuti pelatihan. Kunjungi langsung Gedung DPAD Kota Tangerang untuk pengalaman literasi yang lebih mendalam.(Irin Masi/ARM)

 

Tags

Terkini