CILEGON, bantensatu.id – Krisis hidrometeorologi yang menghantam Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, memasuki fase kritis setelah tiga titik tanggul dilaporkan jebol pada Minggu (11/1/26). Ribuan jiwa kini bergantung pada kecepatan mitigasi setelah air setinggi dada orang dewasa merendam permukiman di Lingkungan Sambirata dan Perumahan Praja Mandiri.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, H. Suhendi, menegaskan bahwa fokus tim gabungan saat ini adalah penyelamatan jiwa (zero victim). Mengingat arus air yang sangat kuat akibat jebolnya tanggul Kali Cibereko, proses evakuasi dilakukan dengan protokol keamanan tinggi.
“Kondisi di lapangan memang cukup menantang karena arus yang sangat kencang. Kami telah menerjunkan personel penuh bersama bantuan dari kepolisian untuk mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, menggunakan perahu karet,” ujar Suhendi saat memantau lokasi terdampak .
Baca juga: Geram dengan Penghinaan Kesukuan, Begini Reaksi Tegas Wali Kota Bandung
Suhendi menjelaskan bahwa banjir kali ini bukan hanya disebabkan oleh curah hujan lokal yang ekstrem, tetapi juga diperparah oleh fenomena kiriman air dari wilayah hulu.
“Ada akumulasi tekanan air yang luar biasa dari wilayah Mancak dan Waringin Kurung yang tidak mampu lagi dibendung oleh struktur tanggul kita. Akibatnya, tanggul di Kali Cibereko dan beberapa titik di Cibeber jebol, yang secara instan meningkatkan debit air di pemukiman,” jelasnya menambahkan.
Berdasarkan data terkini BPBD Cilegon, sedikitnya 450 kepala keluarga (KK) terdampak langsung. Selain evakuasi, BPBD juga telah melakukan assessment cepat untuk memetakan kerusakan bangunan dan kebutuhan logistik mendesak di posko-posko pengungsian.
Sebagai langkah jangka pendek, Suhendi berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Cilegon untuk segera melakukan penutupan tanggul secara darurat menggunakan sandbag dan alat berat guna mengantisipasi banjir susulan.
“Kami menghimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat ada rembesan baru pada tanggul di titik lain. Prediksi BMKG menunjukkan potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan,” pungkas Suhendi.(Arif Hidayat)




