Jumat, 30 Januari 2026

Pemprov Banten
per

Krisis Logistik di Balik Cuaca Ekstrem, Stok Bantuan Pandeglang Menipis, BPBDPK Ajukan Bantuan Darurat ke Pusat

"Suasana gudang logistik BPBDPK Kabupaten Pandeglang yang mulai kosong saat cuaca ekstrem melanda wilayah Banten, Kamis 22 Januari 2026.
pengajuan bantuan logistik ke BNPB segera dilakukan untuk mengisi kekosongan stok beras dan minyak goreng di Pandeglang
PANDEGLANG, Bantensatu News – Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi bertahan hingga Februari, Kabupaten Pandeglang kini menghadapi tantangan serius pada lini pertahanan logistiknya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang melaporkan bahwa stok bantuan pangan di gudang darurat mulai menipis secara signifikan, menyusul penyaluran besar-besaran pasca-banjir Desember lalu.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam terkait kecepatan respons bantuan jika bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah berjuluk “Kota Badak” tersebut. Kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan pangan instan kini menjadi prioritas utama yang harus segera dipenuhi guna menjamin hak dasar warga terdampak bencana.
Sekretaris BPBDPK Pandeglang, Nana Mulyana, mengungkapkan bahwa keterbatasan stok saat ini merupakan dampak langsung dari eskalasi bencana sejak 19 Desember lalu yang membutuhkan intervensi logistik luar biasa.
“Stok logistik memang masih ada, namun dalam jumlah yang sangat terbatas. Kami mengkhawatirkan masa cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG masih cukup panjang. Saat ini, kami telah bergerak cepat mengajukan permohonan bantuan tambahan ke BPBD Provinsi Banten hingga BNPB agar ketersediaan pangan bagi warga tetap terjaga,” jelas Nana Mulyana, Kamis (22/1/2026).
Pihaknya juga menaruh harapan besar pada sinergi lintas sektoral, terutama Dinas Sosial di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk saling menopang dalam penyediaan buffer stock. Hal ini krusial mengingat Pandeglang merupakan daerah dengan kerentanan bencana tinggi yang membutuhkan ketahanan logistik yang stabil.
Sembari menanti bantuan dari pusat dan provinsi, BPBDPK terus memantau pergerakan awan dan curah hujan. Doa dan upaya teknis kini berjalan beriringan, berharap cuaca segera melandai sehingga beban penyaluran logistik tidak melampaui kapasitas gudang yang tersisa.(Azis Kurnia)

Tags

Terkini