Kamis, 29 Januari 2026

Pemprov Banten
per

Serang Dikepung Banjir, 6.105 Jiwa Terdampak, Alarm Krisis Drainase Kota

Sebanyak 501 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka yang kini tak ubahnya kolam raksasa
Sebanyak 501 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka yang kini tak ubahnya kolam raksasa
KOTA SERANG, bantensatu.id – Awal tahun 2026 menjadi ujian berat bagi ketangguhan infrastruktur Ibu Kota Provinsi Banten. Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur sejak awal Januari telah memaksa Kota Serang bertekuk lutut di bawah kepungan air. Hingga Selasa (13/1/2026), eskalasi bencana meluas drastis hingga merendam ribuan hunian dan melumpuhkan denyut nadi aktivitas warga.
Data terbaru dari BPBD Kota Serang mencatat lonjakan dramatis jumlah warga terdampak yang kini menembus angka 6.105 jiwa dari 1.658 Kepala Keluarga (KK). Sebanyak 501 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka yang kini tak ubahnya kolam raksasa, demi mencari keamanan di titik-titik pengungsian.
Banjir tidak sekadar membawa air, tapi juga kerugian materi yang menyayat hati. Sebanyak 1.579 unit rumah terendam, dengan laporan kerusakan fisik yang cukup parah: 9 rumah dinyatakan roboh dan 10 lainnya rusak berat akibat hantaman debit air dan pergerakan tanah.
Kecamatan-kecamatan vital seperti wilayah Perumahan Bumi Banten Indah hingga akses krusial menuju RSUD Kota Serang sempat tertutup genangan, mengancam aksesibilitas layanan kesehatan darurat.
Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan  menekankan bahwa fenomena ini merupakan akumulasi dari anomali cuaca dan daya tampung drainase yang sudah mencapai titik jenuh.
“Kami bekerja melawan waktu. Fokus utama adalah evakuasi lansia dan balita. Namun, kenyataannya intensitas hujan kali ini memang di atas rata-rata kemampuan serapan lahan kita. Personel terus bersiaga di enam kecamatan terdampak untuk memastikan logistik pengungsi terpenuhi,” ujar Kepala BPBD Kota Serang saat ditemui di posko darurat.
Merespons krisis ini, Walikota H.Budi Rustandi, S.E  menegaskan bahwa penanganan jangka pendek berupa pemberian bantuan sembako dan layanan kesehatan akan dibarengi dengan kebijakan struktural yang radikal.
“Saya merasakan betul duka warga. Kota ini tidak bisa lagi hanya sekadar memompa air keluar. Kita harus memperbaiki akarnya. Saya telah instruksikan percepatan normalisasi Sungai Parung sebagai prioritas utama tahun ini. Masalah drainase perkotaan akan kita rombak total agar Serang tidak lagi menjadi langganan bencana saat musim hujan tiba,” tegas Walikota Serang usai meninjau titik banjir di kawasan Pemkot Serang.
Saat ini, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan terus memantau perkembangan situasi melalui portal resmi PPID Kota Serang. Solidaritas warga dan kesiapsiagaan pemerintah kini menjadi kunci untuk membawa Kota Serang bangkit dari kepungan air.(Ilham Kusuma)

Tags

Terkini