Kamis, 29 Januari 2026

Pemprov Banten
per

Wali Kota Benyamin Davnie Akui Masalah Sampah Koridor Ciputat-Serpong Paling Kritis

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat memberikan keterangan pers di Gedung Puspemkot Tangsel mengenai penanganan sampah di wilayah Ciputat dan Serpong yang masuk kategori kritis di tahun 2026
Krisis Sampah di Ciputat dan Serpong, Tangerang Selatan 2026
TANGERANG SELATAN, Bantensatu News – Masalah sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memasuki fase yang mengkhawatirkan di awal tahun 2026. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, secara terbuka mengakui bahwa wilayah Kecamatan Ciputat dan Serpong kini berada dalam status paling kritis dalam hal penanganan limbah domestik. Kepadatan penduduk yang tinggi serta menjamurnya titik pembuangan sampah liar di sepanjang jalan protokol kedua wilayah tersebut menjadi tantangan berat bagi wajah kota yang kerap dijuluki “Smart City” ini.
Kondisi ini menciptakan keresahan bagi warga yang setiap hari harus berhadapan dengan aroma tidak sedap dan pemandangan tumpukan plastik yang meluber hingga ke badan jalan, mengancam kesehatan lingkungan dan estetika kota.
Dalam acara Rapat Koordinasi Evaluasi Kebersihan Lingkungan yang digelar di Gedung Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Ciputat, pada Selasa (13/1/2026). Di hadapan para camat dan jajaran Dinas Lingkungan Hidup, Benyamin tidak menutupi realitas sulit yang dihadapi jajarannya.
Wali Kota yang akrab disapa Bang Ben ini menyoroti bahwa Ciputat dan Serpong bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga titik tersulit dalam manajemen sampah karena tingginya mobilitas masyarakat.
“Saya harus akui secara jujur, Ciputat dan Serpong saat ini adalah wilayah paling kritis dalam penanganan sampah di Tangsel. Volume sampah di sana luar biasa besar, sementara kepatuhan masyarakat untuk membuang pada tempatnya masih fluktuatif,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pola penanganan konvensional tidak lagi memadai untuk membendung laju produksi sampah di dua kecamatan strategis tersebut.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan armada pengangkut yang bolak-balik ke TPA Cipeucang. Saya perintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera menerapkan sistem zonasi pengawasan ketat dan memperbanyak TPS3R di lingkungan pemukiman padat di kedua wilayah tersebut,tegas Benyamin Davnie dalam statemennya di Puspemkot,
Pengakuan kritis ini menjadi dasar bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan intervensi infrastruktur di tahun 2026. Rencananya, Tangsel akan mempercepat kerja sama pengolahan sampah berbasis teknologi (PSEL) untuk mengurangi ketergantungan pada lahan pembuangan akhir.
Benyamin juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi melalui pemilahan sampah dari rumah. Menurutnya, tanpa perubahan perilaku di level rumah tangga, khususnya di pemukiman padat Ciputat dan Serpong, investasi teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menyelesaikan masalah sampah hingga ke akarnya.( Dudy Arifin)

Tags

Terkini