Selasa, 21 April 2026

per

Pemkot Tangerang Perkuat Fondasi Pendidikan Melalui Kesejahteraan Guru dan Aksesibilitas “Gampang Sekolah”

Suasana silaturahmi penguatan organisasi PGRI di Gedung Guru Kota Tangerang yang dihadiri oleh tenaga pendidik.
Pilar Peradaban: Momentum penguatan organisasi PGRI Kota Tangerang sebagai wadah sinergi antara pemerintah dan pendidik dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang memanusiakan dan berkeadilan.
KOTA TANGERANG, BantenSatu News– Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan sebuah proses pemanusiaan yang membutuhkan ketenangan jiwa dan raga dari sang pendidik. Memahami filosofi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkokoh komitmennya dalam menjaga marwah guru sebagai ujung tombak transformasi nasional.
Dalam arahan strategisnya pada agenda Silaturahmi Penguatan Organisasi PGRI di Gedung Guru Kota Tangerang, Senin (20/04/2026), Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menekankan bahwa kualitas masa depan bangsa berada di jemari para pendidik. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi seperti PGRI menjadi syarat mutlak pembangunan daerah.
“Guru adalah suluh dalam kegelapan. Ketika pendidik kita berdaya dan sejahtera, maka kualitas intelektual generasi muda akan mengikuti secara linear. Kita ingin memastikan Kota Tangerang tumbuh menjadi entitas yang berdaya saing melalui pendidikan yang bermutu,” tegas Sachrudin dalam pesan virtualnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Tangerang terus mengawal program prioritas “Gampang Sekolah”. Inisiatif ini merupakan pengejawantahan dari nilai inklusivitas, di mana setiap anak—tanpa memandang latar belakang ekonomi—memiliki hak fundamental untuk mengakses pendidikan tanpa hambatan birokrasi maupun finansial. Semangat ini diperkuat dengan pendistribusian insentif bagi 18.675 pendidik dan tenaga kependidikan dari jenjang PAUD hingga PKBM sebagai bentuk afirmasi pemerintah terhadap dedikasi mereka.
Suasana silaturahmi penguatan organisasi PGRI di Gedung Guru Kota Tangerang yang dihadiri oleh tenaga pendidik.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, yang hadir langsung di tengah para anggota PGRI, memaknai organisasi ini sebagai wadah solidaritas yang hidup. Ia mengapresiasi pergeseran paradigma PGRI yang kini lebih fokus pada aksi nyata, termasuk penyaluran bantuan bagi anggota yang terdampak bencana.
“Solidaritas bukan lagi sekadar narasi di atas kertas, melainkan aksi nyata yang menyentuh akar rumput. Kehadiran PGRI yang peduli terhadap anggotanya yang tertimpa musibah mencerminkan sisi humanis yang harus tetap ada di dunia pendidikan kita,” ungkap Maryono.
Melalui harmonisasi antara jaminan kesejahteraan dan kemudahan akses sekolah, Kota Tangerang optimis dapat membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga kokoh secara karakter dan empati.
Langkah visioner Pemkot Tangerang ini menjadi pengingat bahwa memajukan pendidikan harus dimulai dengan memuliakan pengajarnya. Dengan terus terjaganya semangat kebersamaan ini, Kota Tangerang siap menjadi laboratorium inovasi pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pewarta: Irin Masi | Editor: Suwarman

Tags

Terkini