KOTA TANGERANG, Bantensatu News – Di tengah akselerasi pariwisata nasional yang kian inklusif, Sungai Cisadane kini bersiap menanggalkan wajah lamanya sebagai sekadar jalur air. Melalui komitmen kolektif yang ditegaskan dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI pada Senin (13/4), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi mengorkestrasi sinergi lintas kementerian untuk menyulap bantaran sungai legendaris ini menjadi destinasi wisata perkotaan (urban tourism) unggulan Indonesia.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, menekankan bahwa pengembangan kawasan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memuliakan ruang publik demi kesejahteraan rakyat. “Kementerian Pariwisata hadir sebagai jembatan yang menyatukan visi Kementerian PUPR dan Kementerian Lingkungan Hidup. Kami memastikan bahwa pembangunan ekonomi melalui pariwisata berjalan selaras dengan pelestarian ekologi sungai,” ujar Hariyanto dengan nada optimis.
Langkah ini sejajar dengan tren riverfront development global yang tengah dipopulerkan pemerintah di berbagai daerah, seperti penataan kawasan Borobudur dan Labuan Bajo. Fokus utamanya bukan lagi menjadikan Kota Tangerang sebagai titik transit, melainkan destinasi akhir di mana wisatawan dapat mengecap pengalaman autentik melalui penguatan aspek atraksi, aksesibilitas, dan amenitas yang terintegrasi.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menyambut baik orkestrasi pusat ini. Ia meyakini bahwa sentuhan kolaboratif ini akan memberikan napas baru bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mempertegas identitas Tangerang sebagai kota yang dinamis namun tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.
Melalui kolaborasi yang humanis dan terukur, transformasi Sungai Cisadane diharapkan tidak hanya mempercantik lanskap kota, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi birokrasi adalah kunci utama dalam menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi kreatif di jantung Banten.
Pewarta: Irin Masi | Editor: Ismail Saleh




