TANGERANG —Bantensatu News, Di sebuah sudut Jalan Kampung Kambing, Kelurahan Nusa Jaya, Karawaci, denyut industri kreatif Kota Tangerang terasa begitu kencang. Adalah Agus Eliawan, pria yang akrab disapa “Mas Gokil”, yang berhasil menyulap bengkel sederhana menjadi pusat produksi ribuan pasang sepatu yang kini mewarnai pasar alas kaki nasional.
Dimulai sejak dua tahun silam, Agus membangun bisnisnya dengan visi besar: membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing secara kualitas sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungannya sendiri.
Riset Valid: Kunci Penetrasi Pasar Anak Muda
Keberhasilan Agus tidak datang dari spekulasi semata. Ia menerapkan strategi “Validasi Lapangan” yang cukup unik dalam setiap proses kreatifnya. Sebelum sebuah model diproduksi massal, Agus melakukan survei tren langsung ke pusat-pusat keramaian anak muda.
Keberhasilan Agus tidak datang dari spekulasi semata. Ia menerapkan strategi “Validasi Lapangan” yang cukup unik dalam setiap proses kreatifnya. Sebelum sebuah model diproduksi massal, Agus melakukan survei tren langsung ke pusat-pusat keramaian anak muda.
“Kami survei desain mulai dari kafe hingga pusat perbelanjaan. Begitu sampel dibuat, kami validasi lagi ke target pasar. Jika 80 persen menyatakan suka, barulah mesin produksi kami jalankan secara massal,” jelas Agus, Senin (11/5/2026).
Strategi berbasis data ini membuahkan hasil fantastis. Jika awalnya ia hanya memproduksi 50 pasang sebulan, kini produksinya telah melesat hingga angka 3.000 sampai 4.000 pasang per bulan. Saat ini, tercatat ada 50 merek lokal yang mempercayakan produksinya kepada tangan dingin Agus dan timnya.
Pemberdayaan Pemuda Karawaci
Lebih dari sekadar mengejar profit, Agus menjadikan usahanya sebagai jembatan lapangan kerja bagi warga sekitar. Saat ini, ia mempekerjakan 30 hingga 40 tenaga kerja yang mayoritas merupakan anak-anak muda dari lingkungan sekitar Karawaci.
Lebih dari sekadar mengejar profit, Agus menjadikan usahanya sebagai jembatan lapangan kerja bagi warga sekitar. Saat ini, ia mempekerjakan 30 hingga 40 tenaga kerja yang mayoritas merupakan anak-anak muda dari lingkungan sekitar Karawaci.
Penggunaan material lokal, seperti canvas cotton berkualitas tinggi, menjadi nilai tambah yang membuat sepatu buatannya diminati. Agus membuktikan bahwa sinergi antara material domestik, riset pasar yang akurat, dan tenaga kerja lokal mampu menciptakan produk yang kompetitif di tengah serbuan merek global.
Melalui keberhasilan ini, Agus Eliawan mengirimkan pesan kuat bagi para pelaku usaha di Tangerang: bahwa kesuksesan tidak harus dimulai dari gedung mewah, melainkan dari riset yang matang dan kemauan untuk tumbuh bersama komunitas.
Pewarta: Irin Masi | Editor: Faisal



