Rabu, 13 Mei 2026

per

Pemprov Banten Tantang HIPMI Garap Potensi Agribisnis Digital

Pemprov Banten mendorong HIPMI menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya dalam meningkatkan jumlah petani milenial melalui inovasi agribisnis dan smart farming di Tanah Jawara.
Pemprov Banten mendorong HIPMI menjadi motor penggerak ekonomi
KOTA SERANG —Bantensatu News, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menaruh harapan besar bagi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk bertransformasi menjadi “rumah besar” bagi lahirnya wirausaha baru. Di tengah tren industrialisasi, HIPMI didorong untuk tidak sekadar menjadi penggerak ekonomi perkotaan, melainkan menjadi lokomotif yang membawa sektor agribisnis Banten menuju era modernisasi dan digitalisasi.
INTISARI BERITA
  • Agenda: Rakerda dan Forum Bisnis Daerah HIPMI Banten di Kota Serang, Jumat (08/05/2026).
  • Pertumbuhan Ekonomi: Ekonomi Banten tumbuh impresif 5,64% pada Triwulan I-2026, dipicu sektor primer.
  • Tantangan Utama: Rendahnya jumlah petani milenial yang baru mencapai 7,64% dari total petani di Banten.

Visi Sektoral: Transformasi agribisnis melalui smart farming dan rantai pasok berbasis digital bagi pengusaha muda.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten, Iwan Hermawan, mewakili Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah, memaparkan data pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan anomali positif. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88%, membuktikan bahwa sektor primer tetap menjadi fondasi kuat di tengah arus digitalisasi. Namun, capaian ini menyisakan ironi pada rendahnya keterlibatan anak muda di sektor tersebut.
“Regenerasi di sektor pertanian masih sangat terbatas. Berdasarkan Sensus Pertanian, petani milenial kita baru mencapai 46.561 orang. Ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi HIPMI Banten untuk menumbuhkan minat wirausaha muda di bidang agribisnis,” ungkap Iwan. Ia menekankan bahwa masa depan ekonomi Banten tidak hanya bergantung pada cerobong pabrik, tetapi juga pada inovasi di lahan pertanian.

Pemprov Banten mengajak HIPMI untuk membedah ekosistem agribisnis secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran berbasis platform digital. Inovasi smart farming dan pengolahan produk bernilai tambah tinggi diharapkan menjadi daya tarik bagi kaum muda untuk kembali ke sektor lahan namun dengan cara yang lebih modern dan efisien.
Melalui Rakerda ini, HIPMI diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang berkelanjutan dan produktif. Kehadiran pengusaha muda yang adaptif terhadap teknologi di sektor pangan dipandang sebagai kunci untuk membangun ketahanan pangan sekaligus memperluas pasar produk lokal Banten ke kancah nasional maupun internasional.
Pewarta: Yanuar Sanus | Editor:Faisal

Tags

Terkini