KOTA TANGERANG, bantensatu.id – Infrastruktur jalan bukan sekadar aspal dan beton, melainkan urat nadi peradaban kota yang menentukan ritme ekonomi warga. Memahami krusialnya hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menunjukkan kepemimpinan yang proaktif dengan mengawal percepatan perbaikan di ruas strategis Benteng Betawi, jalur yang menghubungkan stabilitas mobilitas antara Stasiun Tanah Tinggi hingga Stasiun Poris.
Meskipun status jalur tersebut merupakan jalan nasional di bawah wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Pemkot Tangerang tidak berpangku tangan. Sebuah sinergi antarlembaga dijalin demi memastikan hak warga atas rasa aman di jalan raya tetap terpenuhi di tengah tantangan musim penghujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengungkapkan bahwa langkah ini adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap keselamatan pengendara.
“Kami mengoordinasikan perbaikan sementara secara masif sembari menunggu program permanen dari BBPJN. Penanganan dilakukan dengan metode tambal cepat dan pelapisan ulang pada titik-titik krusial yang mengalami degradasi akibat curah hujan tinggi. Fokus kami jelas: menjaga keselamatan warga dan memastikan mobilitas di jalur ekonomi ini kembali normal,” ujar Taufik melalui sambungan telepon, Minggu (8/2/2026).

Keberhasilan pemulihan ruas Benteng Betawi tidak lepas dari peran aktif masyarakat melalui platform digital. Efektivitas aplikasi layanan publik milik Pemkot Tangerang terbukti menjadi jembatan aspirasi yang konkret, mengubah keluhan menjadi tindakan lapangan dalam hitungan hari.
Dimensi humanis ini dirasakan langsung oleh Endang (45), warga yang menjadi saksi mata bagaimana aduan masyarakat bertransformasi menjadi solusi nyata.
“Awalnya saya mengadu lewat teman, lalu diteruskan melalui aplikasi milik Pemkot. Selang beberapa hari ada petugas yang memantau. Jujur, awalnya saya kira cuma aksi formalitas saja, tapi ternyata beneran diperbaiki. Terimakasih PUPR, responsnya nyata,” ungkap Endang dengan nada puas.
Pemkot Tangerang berkomitmen bahwa perbaikan ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari siklus pemeliharaan berkelanjutan. Dengan rampungnya perbaikan di jalur Stasiun Tanah Tinggi-Poris, kenyamanan transportasi publik dan aktivitas ekonomi warga diharapkan kembali bergairah. Inilah bukti bahwa saat teknologi bertemu dengan kesigapan birokrasi, kenyamanan warga menjadi hasil yang pasti.(Irin Masi)




