Sabtu, 02 Mei 2026

per

Studi Ungkap Mekanisme “Mata Palsu” pada Ikan Pari sebagai Substitusi Senjata Biologis

Studi ikan pari gunakan mata palsu untuk gertak predator di perairan dangkal.
Ilustrasi corak eyespots pada punggung ikan pari yang berfungsi untuk menakuti predator seperti hiu di perairan dangkal yang terang.
STOCKHOLM, BantenSatu News – Alam semesta senantiasa menyimpan mekanisme kompensasi bagi setiap makhluk yang tidak dibekali senjata fisik primer. Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution menyingkap rahasia di balik corak lingkaran menyerupai mata (eyespots) pada spesies ikan pari dan skates. Penelitian ini menegaskan bahwa corak tersebut bukanlah sekadar dekorasi estetis, melainkan instrumen pertahanan “gertak sambal” yang sangat efektif.
Madicken Åkerman, peneliti dari Universitas Stockholm, melakukan observasi terhadap lebih dari 580 spesies. Temuan menunjukkan adanya pola konsisten: spesies yang memiliki eyespots mencolok adalah mereka yang absen dari kemampuan mekanis seperti duri ekor berbisa atau kejutan listrik. Dalam dunia predator-mangsa, keraguan sesaat adalah kunci keselamatan. Corak mata ini menciptakan ilusi visual bahwa mangsa tampak lebih besar, waspada, atau bahkan merupakan predator yang lebih dominan, sehingga memberikan waktu bagi pari untuk meloloskan diri.
“Evolusi eyespots terjadi sebagai respons atas ketiadaan pertahanan fisik yang kuat. Jika seekor ikan sudah memiliki duri berbisa atau listrik, mereka tidak lagi memerlukan sinyal peringatan visual yang berisiko menarik perhatian,” jelas Åkerman.
Lebih detail, penelitian ini menyoroti tiga faktor krusial dalam evolusi “mata palsu” tersebut:
  1. Ambang Batas Cahaya: Strategi visual ini hanya ditemukan pada spesies yang hidup di kedalaman kurang dari 200 meter. Di perairan gelap, corak warna menjadi tidak relevan, sehingga evolusi lebih condong pada kemampuan penyamaran (camouflage).
  2. Kompensasi Ukuran: Spesies dengan ukuran tubuh kecil memiliki probabilitas lebih tinggi memiliki eyespots. Bagi mereka yang rentan, corak ini adalah bentuk proteksi terakhir.
  3. Posisi Strategis: Berbeda dengan teori umpan (di mana corak diletakkan di bagian tepi agar predator menggigit bagian yang tidak vital), eyespots pada pari diletakkan secara simetris di dekat area vital. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek gertakan maksimal langsung ke arah sensor predator.
Secara evolusioner, tanda-tanda sederhana muncul 100 kali lebih sering sebelum akhirnya bertransformasi menjadi bentuk lingkaran sempurna. Hal ini membuktikan bahwa alam melakukan proses penyempurnaan bertahap untuk memastikan keberlangsungan hidup spesies yang paling tidak bersenjata.

Penelitian ini membuka mata kita bahwa kelemahan fisik seringkali melahirkan kreativitas biologis yang luar biasa. “Mata palsu” pada ikan pari adalah bukti bahwa kecerdasan visual dapat menjadi senjata yang setara dengan racun maupun listrik dalam drama bertahan hidup di lautan.
Pewarta:  Arif Hidayat| Editor:Ismail Saleh

Tags

Terkini