KOTA TANGERANG — bantensatu.id, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang meletakkan fondasi kebijakan strategis jangka menengah dengan mengunci sembilan tema prioritas pembangunan daerah untuk tahun anggaran 2027. Langkah ini diambil guna memastikan efektivitas alokasi fiskal di tengah dinamika ekonomi global dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat perkotaan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menjabarkan secara rinci arsitektur tematik yang menjadi kompas pembangunan tersebut. Kesembilan klaster prioritas itu meliputi:
-
- Ketahanan Pangan
- Pertumbuhan Ekonomi
- Pengentasan Kemiskinan
- Kualitas Pendidikan
- Kualitas Kesehatan
- Penanganan Stunting
- Konektivitas Infrastruktur
- Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Resiliensi Bencana
- Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Formulasi konseptual ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan langsung diturunkan ke dalam matriks kerja operasional yang masif. Pemkot Tangerang telah menguji dan mengelompokkan matriks tersebut ke dalam 182 program, 317 kegiatan, dan 799 subkegiatan yang tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami sudah mulai menyusun tema prioritas pembangunan berdasarkan tematik yang diusulkan. Pendekatan ini digunakan untuk memastikan setiap program, kegiatan, dan subkegiatan memiliki kontribusi yang jelas terhadap target pembangunan daerah yang hendak dicapai,” urai Yeti dalam pemaparannya, Selasa (22/9/2026).
Pemkot Tangerang juga mengetatkan sabuk manajemen keuangan daerah melalui restrukturisasi model analisis anggaran. Dokumen strategis ini digodok agar perencanaan finansial tidak terjebak pada ritual belanja rutin, melainkan terkoneksi langsung pada indikator kinerja makro kota.
Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan, Evaluasi, dan Pelaporan (P2EP) Bappeda Kota Tangerang, Edisman Damanik, menambahkan bahwa standardisasi penganggaran tahun 2027 disusun dengan tingkat keterukuran yang tinggi.
“Analisis pendanaan ini tidak hanya melihat pengelompokan kegiatan, tetapi bagaimana setiap subkegiatan memiliki keterkaitan yang jelas dengan target, indikator, dan output maupun outcome pembangunan, sehingga perencanaan dan penganggarannya dapat lebih tepat sasaran,” jelas Edisman.
Seluruh dinamika pembahasan, masukan teknis, dan proyeksi keuangan ini akan langsung diserap sebagai bahan penyempurnaan dokumen final Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tangerang Tahun 2027. Otoritas perencana memastikan, integrasi data ini menjadi kunci agar APBD pasca-transisi kepemimpinan daerah tetap berjalan di rel yang prorakyat dan akuntabel.
Reporter: Irin Masi| Editor: Faisal


