Senin, 19 Oktober 2026

Mengenang Dedikasi KH. Asnawi Mukhtar dalam Pembangunan Karakter Kota Tangerang

bantensatu.id-Dinamika transformasi fisik Kota Tangerang yang kian modern tidak terlepas dari pijakan sejarah serta fondasi moral yang dibangun para ulama lokal. Kehadiran figur keagamaan di tengah masyarakat dinilai tidak sekadar sebagai pembimbing spiritual, melainkan juga sebagai peletak arah orientasi sosial-budaya daerah.

Pesan moral dan keteladanan tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-16 KH. Asnawi Mukhtar di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Ad-Diniyah, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Jumat malam (09/10/2026).

Dalam memori kolektif warga Benda dan sekitarnya, almarhum KH. Asnawi Mukhtar dikenal sebagai ulama konsisten yang mendedikasikan hidupnya untuk dakwah, pengajaran Al-Qur’an, serta penguatan karakter masyarakat di kawasan perbatasan Tangerang dan DKI Jakarta.

Baca juga: Pemkot Tangerang Buka Pelatihan Hidroponik Gratis Berstandar BNSP

Mengenang masa baktinya saat pernah menjabat sebagai Camat Benda, Maryono menyoroti kearifan pandangan almarhum mengenai perkembangan tata ruang wilayah yang kini terbukti nyata.

“Dulu, saat saya menjabat sebagai Camat Benda, wilayah ini belum seperti sekarang. Saya teringat pesan almarhum KH. Asnawi Mukhtar yang pernah menyampaikan, suatu saat nanti akan ada jalan besar di samping rumah beliau. Beberapa tahun kemudian, hal itu benar-benar terwujud,” kenang Maryono di hadapan jemaah.

Integritas Moral dalam Konstruksi Kebijakan Publik

Kontribusi almarhum KH. Asnawi Mukhtar tidak hanya terwujud dalam syiar keagamaan di tingkat tapak, melainkan juga dalam perumusan kebijakan daerah. Semasa hidupnya, beliau dipercaya menjadi salah satu penasihat di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang.

Baca juga: SATUSEHAT Sabet Penghargaan Nasional IN-Apps Digital Award 2026 dan Global Digital@UNGA Awards 2026 di PBB

Peran strategis tersebut dimanfaatkan untuk memberikan masukan substansial bagi perumusan visi dan misi pembangunan Kota Tangerang yang mengedepankan filosofi akhlakul karimah.

“Beliau tidak hanya membangun masyarakat dari sisi keagamaan, tetapi juga ikut meletakkan fondasi moral untuk mewujudkan Kota Tangerang yang berakhlakul karimah,” pangkas Maryono.

Maryono menekankan bahwa pembangunan kota yang berkesinambungan harus menyeimbangkan pertumbuhan fisik dengan penguatan nilai keagamaan dan toleransi sosial. Ia mengajak generasi muda untuk melestarikan kebiasaan saling peduli dan menjaga warisan kebaikan yang telah dirintis para ulama.

“Melalui momentum maulid nabi dan haul ini, mari kita jaga warisan kebaikan para ulama, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta bersama-sama membangun Kota Tangerang yang lebih maju, sejahtera, dan berakhlakul karimah,” tutupnya.

Tags

Terkini