bantensatu.id- Akselerasi pemantapan budaya integritas nasional dan penguatan instrumen pencegahan korupsi di sektor pendidikan terus dikawal secara intensif. Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa penguatan integritas di dunia pendidikan harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak sebagai bagian dari upaya strategis mewujudkan Indonesia Emas 2045, usai menghadiri Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (06/10/2026). Langkah makro pembangunan karakter bangsa dan pembersihan ruang kelas dari potensi praktik korupsi ini ditempuh murni sebagai draf kompas arah taktis jajaran pemerintah guna menghadirkan ekosistem pendidikan yang instan, aman, andal, berkomitmen tinggi, berkelanjutan, and bugar dari hulu hingga ke hilir.
Dalam pemaparan resminya, Wagub Dimyati mengungkapkan bahwa hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan Provinsi Banten pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dari skor 70,56 pada tahun 2024 menjadi 71,88. Jajaran dinas pendidikan, unsur pimpinan sekolah, serta para pendidik tapak terus diimbau untuk tegap mengawal seluruh operasional kurikulum antikorupsi agar berjalan transparan, profesional, and berwibawa.
Pemerintah bersama jajaran instansi pusat dan daerah menegaskan bahwa seluruh tata kelola pendidikan karakter, draf penyusunan muatan lokal berintegritas, hingga validasi akurasi data penilaian wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, and terbuka. Manajemen penyelenggaraan pendidikan makro ini dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf muatan kelalaian data, praktik birokrasi yang lambat, and draf tindakan yang tidak produktif. Setiap draf progres integritas sekolah dibuka secara terbuka guna mengunci ketertelusuran efektivitas program agar terekam secara akurat and bersih.
Baca juga: Tekan Pengangguran Lewat Job Fair Rutin dan Tangerang Cakap Kerja
Sinergi koridor antikorupsi dan kolaborasi lintas sektor yang harmonis antara KPK, Pemerintah Provinsi Banten, para pendidik tapak, and seluruh elemen masyarakat ini optimistis mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih secara sehat. Keberhasilan mematangkan fondasi hulu pendidikan berkarakter—yang mendorong posisi Banten menuju kategori adaptif—diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran spu tingkat martabat bangsa yang sehat, kuat, bugar, jujur, serta bermartabat penuh di masa depan. Melalui bimbingan tata pamong teknologi yang bersih, pengawasan kepatuhan standardisasi integritas siap dikawal ketat demi menjamin ketertiban tata ruang pendidikan secara tertib and asri.
“Skor kita sudah meningkat dari 70,56 di tahun 2024 menjadi 71,88 di tahun 2026 dan perlu dipacu bersama agar naik ke level adaptif. Lewat koordinasi tata pamong pemerintahan yang bersih, transparan, terbuka, and akuntabel, seluruh draf instrumen kebijakan and integrasi data ekosistem integritas ini akan terus kami kawal ketat agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, and higienis,” urai Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dalam taklimat resminya, Oktober 2026.
Baca juga: Cegah Stunting dan TBC dari Hulu


