Tangerang,bantensatu.id- PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus mempercepat transformasi infrastruktur dan layanan berbasis teknologi digital guna memperkuat daya saing sebagai salah satu hub penerbangan utama di kawasan Asia Tenggara.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya trafik penumpang yang menuntut pelayanan semakin cepat, efisien, dan berstandar internasional.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan peningkatan jumlah penumpang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan, kapasitas infrastruktur, serta kompetensi sumber daya manusia.
Baca juga: Bapenda Kota Tangerang Luncurkan Diskon Kemerdekaan demi Kejar Target Pajak Rp1,2 Triliun
“Kami ingin pertumbuhan trafik yang terus meningkat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, kami terus memperkuat kapasitas bandara, menghadirkan layanan berbasis teknologi, serta meningkatkan kompetensi seluruh petugas agar setiap penumpang merasakan perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan berkesan,” ujar Heru, Jumat.
Menurutnya, transformasi Bandara Soekarno-Hatta dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni premises, people, dan process, dengan dukungan teknologi sebagai penggerak utama peningkatan layanan.
Di sektor infrastruktur, revitalisasi Terminal 1A masih berlangsung dan ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas terminal dari sekitar 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun. Sementara itu, beautifikasi Terminal 3 terus dilakukan melalui penataan area check-in, pembaruan boarding lounge, penambahan kursi di boarding gate, hingga penyempurnaan berbagai fasilitas umum.
Baca juga: Dispora Kota Tangerang Dorong Pemuda Kuasai AI, Siapkan Program Wirausaha Muda Jago AI
Selain pembangunan fisik, Bandara Soekarno-Hatta juga memperluas implementasi layanan digital. Beragam inovasi telah diterapkan, mulai dari self bag drop, bag tracking, layanan keberangkatan berbasis biometrik, hingga digital wayfinding yang terintegrasi dengan perangkat telepon pintar untuk mempermudah perjalanan penumpang.
“Bandara Soekarno-Hatta juga terus memperluas pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah dan efisien. Berbagai inovasi seperti self bag drop, bag tracking, layanan keberangkatan berbasis biometrik, hingga digital wayfinding yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel telah diterapkan untuk mempermudah proses perjalanan penumpang sejak tiba di bandara hingga menuju pesawat,” jelas Heru.
Penguatan kualitas pelayanan juga dilakukan melalui peningkatan kompetensi petugas. Melalui program CX Academy, InJourney Airports membekali personel layanan dengan standar pelayanan internasional. Selain itu, sejumlah rekomendasi dari Skytrax terus ditindaklanjuti, di antaranya peningkatan Flight Information Display System (FIDS), optimalisasi kanal digital, dan penyempurnaan fasilitas bandara.
Transformasi tersebut turut tercermin dalam capaian operasional Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan laporan Official Airline Guide (OAG) Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026, Bandara Soekarno-Hatta menempati peringkat kedua bandara tersibuk di Asia Tenggara berdasarkan kapasitas kursi penerbangan terjadwal dengan sekitar 3,32 juta kursi, meningkat 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama Semester I 2026, Bandara Soekarno-Hatta melayani 25,9 juta penumpang dengan 177.724 pergerakan pesawat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17,55 juta merupakan penumpang domestik, sedangkan 8,35 juta lainnya merupakan penumpang internasional.
Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta melayani 70 maskapai yang menghubungkan Indonesia dengan 202 destinasi, terdiri atas 130 rute internasional dan 72 rute domestik, mempertegas perannya sebagai gerbang utama transportasi udara nasional.
Reporter: VA Editor: Faisal




