bantensatu.id-Akselerasi pemantapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan penguatan instrumen integrasi data geospasial di tingkat daerah terus dikawal secara intensif. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menerima kunjungan kerja studi tiru Pemerintah Kota Serang yang diwakili jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baprida), Diskominfo, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang bertempat di Tangerang Live Room, Senin (26/10/2026). Langkah makro pemaparan tata kelola lima domain pengembangan simpul jaringan geospasial bereputasi status Unggul (Biru) pada platform Tangerang Satu Peta ini ditempuh murni sebagai draf kompas arah taktis jajaran pemerintah guna menghadirkan ekosistem perencanaan pembangunan daerah yang instan, aman, andal, berkomitmen tinggi, berkelanjutan, and bugar dari hulu hingga ke hilir.
Dalam pertemuan lintas pemerintah daerah tersebut, Ketua Tim Survei dan Akuisisi Data Bidang Statistik Diskominfo Kota Tangerang Iffi Nur Mukhlishotin menjelaskan bahwa keberhasilan mempertahankan predikat Unggul dari Badan Informasi Geospasial (BIG) bersandarkan penuh pada kolaborasi solid 40 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang terhubung dengan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN). Sementara itu, Kepala Bidang PPEPD Baprida Kota Serang Ahmad Saefulrohim menegaskan bahwa pengalaman pengelolaan big data dan pemetaan spasial Kota Tangerang menjadi acuan krusial (Amati, Tiru, Modifikasi) bagi Kota Serang dalam menyusun dokumen perencanaan berbasis data visual. Jajaran Diskominfo, Baprida, BPS, serta para pengelola data simpul jaringan tapak terus diimbau untuk tegap mengawal seluruh operasional integrasi data agar berjalan transparan, profesional, and berwibawa.
Pemerintah bersama jajaran instansi daerah dan BPS menegaskan bahwa seluruh tata kelola pengumpulan data statistik sektoral, draf penyusunan peta tematik spasial, hingga validasi akurasi data perencanaan pembangunan wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, and terbuka. Manajemen penyelenggaraan data geospasial makro ini dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf muatan kelalaian data, praktik birokrasi yang lambat, and draf tindakan yang tidak produktif. Setiap draf progres efektivitas simpul jaringan dibuka secara terbuka guna mengunci ketertelusuran efektivitas program agar terekam secara akurat and bersih.
Sinergi koridor Satu Data Indonesia dan kolaborasi antar-daerah se-Provinsi Banten yang harmonis antara Pemkot Tangerang, Pemkot Serang, BPS, para teknis data tapak, and seluruh elemen pemerintah ini optimistis mampu mewujudkan keterpaduan SPBE secara sehat. Keberhasilan mematangkan fondasi hulu pengelolaan Tangerang Satu Peta dan Tangerang Live Room ini diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran spu tingkat martabat daerah yang sehat, kuat, bugar, jujur, serta bermartabat penuh di masa depan. Melalui bimbingan tata pamong teknologi yang bersih, pengawasan kepatuhan standardisasi geospasial siap dikawal ketat demi menjamin ketertiban tata ruang informasi digital secara tertib and asri.
“Status simpul jaringan geospasial Kota Tangerang sudah berstatus unggul berkat kolaborasi 40 OPD dan 3 BUMD. Lewat koordinasi tata pamong pemerintahan yang bersih, transparan, terbuka, and akuntabel, seluruh draf instrumen kebijakan and integrasi data ekosistem geospasial ini akan terus kami kawal ketat agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, and higienis,” urai Ketua Tim Survei dan Akuisisi Data Diskominfo Kota Tangerang Iffi Nur Mukhlishotin dalam taklimat resminya, Oktober 2026.
Baca juga: Pemkot Tangerang Luncurkan Pojok Lowongan Kerja (JoKer) dan Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan


