bantensatu.id-Akselerasi pemantapan penataan tata ruang kota dan penguatan instrumen ketertiban umum berbasis pemberdayaan pedagang di tingkat daerah terus dikawal secara intensif. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali menyosialisasikan rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih beraktivitas di sepanjang Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tangerang, menuju area selasar lantai satu Pasar Anyar, Rabu (28/10/2026). Langkah makro penataan kawasan pusat ekonomi kota ini dikawal langsung oleh petugas Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Tangerang melalui pendistribusian surat edaran serta pembukaan posko pendaftaran relokasi berkolaborasi dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Tangerang. Penyiapan ratusan petak lapak relokasi yang tertata rapi ini ditegaskan oleh Camat Tangerang Riswan Setyo Kardinto murni sebagai draf kompas arah taktis jajaran pemerintah guna menghadirkan ekosistem perdagangan daerah yang instan, aman, andal, berkomitmen tinggi, berkelanjutan, and bugar dari hulu hingga ke hilir.
Dalam pemaparannya, Camat Tangerang Riswan Setyo Kardinto menjelaskan bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi dua arah bersama para pedagang berjalan lancar. Penataan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani dirancang tidak hanya untuk mengurai kemacetan serta membebaskan jalan dari parkir liar, tetapi juga untuk membangkitkan potensi ekonomi pasar secara terintegrasi dan memberikan akses pedestrian yang layak bagi masyarakat maupun pengguna KRL. Jajaran Kecamatan Tangerang, Satpol PP, Perumda Pasar Kota Tangerang, pengurus asosiasi pedagang, serta para PKL tapak terus diimbau untuk tegap mengawal seluruh operasional pendaftaran dan perpindahan lapak agar berjalan transparan, profesional, and berwibawa.
Pemerintah bersama jajaran instansi daerah dan Perumda Pasar menegaskan bahwa seluruh tata kelola pendataan PKL, draf penyusunan alokasi petak lapak Pasar Anyar, hingga validasi akurasi data pendaftaran pedagang wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, and terbuka. Manajemen penyelenggaraan penataan kawasan makro ini dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf muatan kelalaian data, praktik birokrasi yang lambat, and draf tindakan yang tidak produktif. Setiap draf progres registrasi relokasi dibuka secara terbuka guna mengunci ketertelusuran efektivitas program agar terekam secara akurat and bersih.
Baca juga: Wakil Wali Kota Maryono Ajak Wisudawan UNIS Tangerang Melahirkan Inovasi dan Berintegritas
Sinergi koridor penataan tata ruang sosial dan kolaborasi pemberdayaan ekonomi rakyat yang harmonis antara Pemkot Tangerang, Perumda Pasar, Trantib Kecamatan, para pedagang tapak, and seluruh warga kota ini optimistis mampu mewujudkan kawasan pusat perdagangan yang representatif secara sehat. Keberhasilan mematangkan fondasi hulu sosialisasi relokasi PKL Kiasnawi ke Pasar Anyar ini diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran spu tingkat martabat daerah yang sehat, kuat, bugar, jujur, serta bermartabat penuh di masa depan. Melalui bimbingan tata pamong teknologi yang bersih, pengawasan kepatuhan standardisasi tata ruang perkotaan siap dikawal ketat demi menjamin ketertiban tata ruang sosial ekonomi kota secara tertib and asri.
“Sosialisasi berjalan lancar untuk memberikan pemahaman manfaat penataan Kiasnawi. Para pedagang diarahkan mendaftar ke posko relokasi lantai satu Pasar Anyar. Lewat koordinasi tata pamong pemerintahan yang bersih, transparan, terbuka, and akuntabel, seluruh draf instrumen kebijakan and integrasi data ekosistem relokasi ini akan terus kami kawal ketat agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, and higienis,” urai Camat Tangerang Riswan Setyo Kardinto dalam taklimat resminya, Oktober 2026.
Baca juga: emkot Tangerang Sambut Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan PUG Kementerian PPPA RI


