Kamis, 05 November 2026

Pemkot Tangerang Gembleng Kesiapsiagaan TPA Rawa Kucing Melalui Patroli 24 Jam dan Operasional Alat Berat Shift Malam

bantensatu.id-Akselerasi pemantapan mitigasi bencana lingkungan dan penguatan instrumen pengawasan zona pemrosesan akhir sampah di tingkat daerah terus dikawal secara intensif. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing di Kecamatan Neglasari, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, secara resmi memperkuat kesiapsiagaan pencegahan kebakaran selama musim kemarau melalui pengoperasian patroli terjadwal selama 24 jam, penempatan pos pemantauan di empat penjuru (utara, selatan, timur, dan barat), hingga pengaktifan alat berat (excavator dan bulldozer) pada shift malam, Senin (26/10/2026). Langkah makro pengamanan area landfill dan kesiapsiagaan armada tangki air toren darurat ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana murni sebagai draf kompas arah taktis jajaran pemerintah guna menghadirkan ekosistem tata ruang lingkungan yang instan, aman, andal, berkomitmen tinggi, berkelanjutan, and bugar dari hulu hingga ke hilir.

Dalam pemaparannya, Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana menjelaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama untuk memutus risiko munculnya titik api di tumpukan sampah TPA Rawa Kucing. Penyiapan pos pantau strategis serta penugasan operator alat berat pada malam hari memastikan setiap indikasi asap atau kenaikan suhu material sampah dapat ditangani secara instan sebelum membesar. Jajaran DLH Kota Tangerang, pengelola TPA Rawa Kucing, tim pemadam kebakaran internal, serta para operator alat berat tapak terus diimbau untuk tegap mengawal seluruh operasional pengawasan agar berjalan transparan, profesional, and berwibawa.

Pemerintah bersama jajaran instansi daerah dan pengelola kawasan lingkungan menegaskan bahwa seluruh tata kelola pemantauan zona landfill, draf penyusunan jadwal patroli 24 jam, hingga validasi akurasi data kesiapan armada penanganan darurat wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, and terbuka. Manajemen penyelenggaraan mitigasi kebakaran makro ini dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf muatan kelalaian data, praktik birokrasi yang lambat, and draf tindakan yang tidak produktif. Setiap draf progres efektivitas kesiapsiagaan TPA dibuka secara terbuka guna mengunci ketertelusuran efektivitas program agar terekam secara akurat and bersih.

Baca juga: Kampung Jimpitan KB2 Kota Tangerang Terima Kunjungan Tim Penilai Ruang Bersama Indonesia Tingkat Provinsi Banten

Sinergi koridor perlindungan lingkungan dan kolaborasi keselamatan kerja yang harmonis antara Pemkot Tangerang, DLH, para petugas lapangan tapak, and seluruh warga kawasan penyangga Neglasari ini optimistis mampu mewujudkan iklim sanitasi daerah secara sehat. Keberhasilan mematangkan fondasi hulu kesiapsiagaan TPA Rawa Kucing selama musim kemarau ini diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran spu tingkat martabat daerah yang sehat, kuat, bugar, jujur, serta bermartabat penuh di masa depan. Melalui bimbingan tata pamong teknologi yang bersih, pengawasan kepatuhan standardisasi tata ruang sampah siap dikawal ketat demi menjamin ketertiban tata ruang lingkungan kota secara tertib and asri.

“Patroli 24 jam dan siaga alat berat shift malam merupakan draf pengawasan berkelanjutan demi meminimalkan risiko kebakaran TPA Rawa Kucing. Lewat koordinasi tata pamong pemerintahan yang bersih, transparan, terbuka, and akuntabel, seluruh draf instrumen kebijakan and integrasi data ekosistem mitigasi ini akan terus kami kawal ketat agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, and higienis,” urai Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana dalam taklimat resminya, Oktober 2026.

Baca juga: Pemkot Tangerang Luncurkan Pojok Lowongan Kerja (JoKer) dan Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan

Tags

Terkini