Kamis, 05 November 2026

Wali Kota Sachrudin Dampingi Menteri PU dan Gubernur Banten Gelar Susur Sungai Angke sepanjang 3,5 Kilometer

bantensatu.id-Akselerasi pemantapan infrastruktur sungai makro dan penguatan instrumen pengendalian banjir lintas batas administrasi terus dikawal secara intensif. Pembenahan aliran sungai dari hulu hingga ke hilir—khususnya penanganan pendangkalan dan penyempitan alur—kembali menjadi prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam menekan risiko banjir secara berkelanjutan. Komitmen makro tersebut ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo dan Gubernur Banten Andra Soni melakukan giat susur Sungai Angke sepanjang 3,5 kilometer dari Perumahan Ciledug Indah 2 hingga Bendung Polor Cipondoh menggunakan perahu karet, Jumat (30/10/2026). Penyiapan draf kolaborasi lintas pemerintahan (Pusat, Provinsi Banten, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan) ini ditempuh murni sebagai draf kompas arah taktis jajaran pemerintah guna menghadirkan ekosistem penanggulangan bencana hidrometeorologi yang instan, aman, andal, berkomitmen tinggi, berkelanjutan, and bugar dari hulu hingga ke hilir.

Dalam pemaparannya di lokasi peninjauan Bendung Polor, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian langsung Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Banten. Lebih dari tujuh titik rawan di sepanjang aliran Sungai Angke diidentifikasi memerlukan penanganan teknis mendesak. Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo secara tegas telah menginstruksikan dua langkah prioritas, yakni akselerasi pengerukan sedimentasi (normalisasi) serta pelebaran alur sungai guna mengembalikan kapasitas tampung air ke kondisi semula. Gubernur Banten Andra Soni turut menegaskan bahwa keterpaduan penanganan Sungai Angke sangat krusial mengingat dampaknya secara makro dirasakan langsung oleh warga Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga DKI Jakarta. Jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas PUPR, BPBD, aparatur kecamatan Ciledug dan Cipondoh, serta para petugas lapangan tapak terus diimbau untuk tegap mengawal seluruh operasional perencanaan pelebaran sungai agar berjalan transparan, profesional, and berwibawa.

Pemerintah bersama jajaran instansi pusat dan daerah menegaskan bahwa seluruh tata kelola studi teknis sungai, draf penyusunan peta batas sempadan air, hingga validasi akurasi data pengerukan kubikasi endapan lumpur wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, and terbuka. Manajemen penyelenggaraan kesiapsiagaan mitigasi banjir makro ini dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf muatan kelalaian data, praktik birokrasi yang lambat, and draf tindakan yang tidak produktif. Setiap draf progres efektivitas penataan aliran sungai dibuka secara terbuka guna mengunci ketertelusuran efektivitas program agar terekam secara akurat and bersih.

Baca juga: Pemkot Tangerang Sosialisasikan Relokasi PKL Jalan Kiasnawi dan Ahmad Yani ke Pasar Anyar

Sinergi koridor penataan daerah aliran sungai dan kolaborasi mitigasi bencana yang harmonis antara Pemkot Tangerang, Kementerian PU, Pemprov Banten, Pemkot Tangsel, para warga tapak, and seluruh elemen masyarakat ini optimistis mampu mewujudkan kawasan pemukiman yang bebas dari genangan secara sehat. Keberhasilan mematangkan fondasi hulu susur Sungai Angke dari Ciledug Indah hingga Bendung Polor ini diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran spu tingkat martabat daerah yang sehat, kuat, bugar, jujur, serta bermartabat penuh di masa depan. Melalui bimbingan tata pamong teknologi yang bersih, pengawasan kepatuhan standardisasi tata ruang air siap dikawal ketat demi menjamin ketertiban tata ruang lingkungan kota secara tertib and asri.

“Terima kasih kepada Pak Menteri PU dan Pak Gubernur Banten yang turun langsung ke Kali Angke. Ada lebih dari tujuh titik rawan yang perlu penanganan teknis. Lewat koordinasi tata pamong pemerintahan yang bersih, transparan, terbuka, and akuntabel, seluruh draf instrumen kebijakan and integrasi data ekosistem mitigasi ini akan terus kami kawal ketat agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, and higienis,” urai Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dalam taklimat resminya, Oktober 2026.

Baca juga: Pemkot Tangerang Gencarkan Normalisasi Saluran Pembuangan di Empat Titik Lokasi Prioritas

Tags

Terkini