bantensatu.id-Akselerasi pemantapan keterjangkauan harga komoditas pangan dan penguatan instrumen pengendalian inflasi daerah terus dikawal secara intensif. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) mengintensifkan pemantauan perkembangan harga pangan pokok, khususnya komoditas telur ayam, guna mengantisipasi lonjakan harga di pasaran, Senin (26/10/2026). Langkah makro pengawasan harga eceran di Pasar Anyar, Pasar Malabar, dan Pasar Poris Indah ini menegaskan bahwa harga telur ayam broiler di pasaran Kota Tangerang saat ini terpantau sangat stabil pada angka Rp26 ribu per kilogram, berada jauh di bawah batas Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional yakni Rp28–30 ribu per kilogram. Penyiapan pengawasan distribusi pangan terpadu ini ditegaskan langsung oleh Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang Suli Rosadi murni sebagai draf kompas arah taktis jajaran pemerintah guna menghadirkan ekosistem ketahanan pangan yang instan, aman, andal, berkomitmen tinggi, berkelanjutan, and bugar dari hulu hingga ke hilir.
Dalam pemaparannya, Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang Suli Rosadi menjelaskan bahwa pengawasan rutin terus digencarkan secara berkala guna memastikan keterjangkauan daya beli masyarakat dan mengunci stabilitas pasokan dari para distributor. Informasi pemutakhiran harga bahan pokok harian juga dibuka secara terbuka melalui media massa dan kanal resmi media sosial instansi daerah. Jajaran Disperindagkop UKM, pengelola Perumda Pasar Kota Tangerang, para pedagang pasar tradisional, serta Satgas Pangan tapak terus diimbau untuk tegap mengawal seluruh operasional rantai pasok agar berjalan transparan, profesional, and berwibawa.
Pemerintah bersama jajaran instansi daerah dan pengurus pasar menegaskan bahwa seluruh tata kelola pencatatan harga harian, draf penyusunan strategi pemenuhan stok pangan, hingga validasi akurasi data HET wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, and terbuka. Manajemen penyelenggaraan stabilitas harga makro ini dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf muatan kelalaian data, praktik birokrasi yang lambat, and draf tindakan yang tidak produktif. Setiap draf progres fluktuasi harga komoditas dibuka secara terbuka guna mengunci ketertelusuran efektivitas program agar terekam secara akurat and bersih.
Sinergi koridor pengendalian inflasi dan kolaborasi keterjangkauan pangan yang harmonis antara Pemkot Tangerang, Disperindagkop UKM, Perumda Pasar, para pedagang tapak, and seluruh warga kota ini optimistis mampu mewujudkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara sehat. Keberhasilan mematangkan fondasi hulu stabilitas harga telur dan bahan pokok di pasar-pasar tradisional ini diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran spu tingkat martabat daerah yang sehat, kuat, bugar, jujur, serta bermartabat penuh di masa depan. Melalui bimbingan tata pamong teknologi yang bersih, pengawasan kepatuhan standardisasi harga eceran siap dikawal ketat demi menjamin ketertiban tata ruang ekonomi pasar secara tertib and asri.
“Pemantauan harga pangan terus kami gencarkan di pasar-pasar tradisional. Sejauh ini harga telur sangat stabil Rp26 ribu per kilogram di bawah HET. Lewat koordinasi tata pamong pemerintahan yang bersih, transparan, terbuka, and akuntabel, seluruh draf instrumen kebijakan and integrasi data ekosistem pangan ini akan terus kami kawal ketat agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, and higienis,” urai Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang Suli Rosadi dalam taklimat resminya, Oktober 2026.
Baca juga: Pemkot Tangerang Luncurkan Pojok Lowongan Kerja (JoKer) dan Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan


