Senin, 24 Agustus 2026

per

747.455 Warga Ikuti CKG, Kota Tangerang Catat Peserta Tertinggi se-Banten

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Gubernur Banten Andra Soni berinteraksi dengan warga dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Karang Tengah.

Kota Tangerang, bantensatu.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperluas akses pelayanan kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 747.455 warga telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Capaian itu sekaligus menempatkan Kota Tangerang sebagai daerah dengan jumlah peserta CKG tertinggi di Provinsi Banten. Data tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Sachrudin saat menghadiri kegiatan CKG bersama Gubernur Banten Andra Soni di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin (10/8/2026).

Sachrudin mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran warga untuk menjaga kesehatan melalui pemeriksaan dan deteksi dini.

Baca juga: HUT ke-81 RI, Dinkes Tangerang Verifikasi Program Kecamatan dan Kelurahan Sehat

“Alhamdulillah, ikhtiar kita dalam memperluas akses pemeriksaan kesehatan terus memberikan manfaat dan menjangkau semakin banyak masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan juga semakin baik,” ujar Sachrudin.

Ia menjelaskan, Pemkot Tangerang menargetkan pelaksanaan CKG mencapai 926.384 jiwa, atau sekitar 46 persen dari total populasi Kota Tangerang pada 2026. Hingga akhir Juli, sebanyak 747.455 jiwa telah memperoleh layanan melalui kategori umum maupun sekolah.

Menurut Sachrudin, capaian tersebut tidak semata-mata menunjukkan keberhasilan secara kuantitatif. Lebih jauh, pemeriksaan kesehatan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini sehingga potensi gangguan kesehatan dapat segera ditindaklanjuti.

Baca juga: 5 Makanan yang Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Ada Kiwi hingga Ikan Berlemak

“Yang paling penting bukan hanya capaian angkanya, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat. Semakin banyak warga yang mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, semakin besar pula peluang untuk melakukan pencegahan dan penanganan dengan cepat dan tepat,” katanya.

Andra Soni Targetkan Partisipasi Terus Meningkat

Sachrudin menegaskan, program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu langkah pemerintah dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Ia pun mengajak masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan atau penyakit untuk melakukan pemeriksaan.

“Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan kesehatan sejak dini adalah langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga kualitas hidup kita, keluarga, dan masa depan,” tuturnya.

Ia turut mengapresiasi jajaran tenaga kesehatan, kader, camat, lurah, serta berbagai elemen masyarakat yang ikut menyosialisasikan program tersebut dan mendorong warga memanfaatkan layanan CKG.

“Ini adalah kerja bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan, sehingga kita bisa mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Kota Tangerang dalam program CKG. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap program pemeriksaan kesehatan gratis.

“Dari 5,4 juta warga Banten yang mengikuti CKG, Kota Tangerang ini yang tertinggi se-Provinsi Banten. Alhamdulillah, semangatnya luar biasa untuk ikut menyukseskan program unggulan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun nanti,” ujar Andra.

Andra optimistis partisipasi masyarakat Kota Tangerang masih dapat ditingkatkan hingga mencapai 60 persen dari total populasi.

“Saya yakin Kota Tangerang dapat tembus 60 persen dari total masyarakatnya untuk bisa mengikuti CKG,” pungkasnya.

Angka 747.455 pada akhirnya bukan sekadar statistik pelayanan publik. Di balik setiap angka terdapat manusia yang memperoleh kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sebelum terlambat. Sebab, kesehatan bukan hanya perkara mengobati tubuh yang sakit, melainkan tentang keberanian sebuah masyarakat untuk mengenali dirinya sendiri. Ketika pemeriksaan menjadi kebiasaan, kesehatan berhenti menjadi urusan rumah sakit semata dan berubah menjadi kesadaran sosial: bahwa menjaga hidup adalah tanggung jawab yang dimulai sebelum penyakit mengetuk pintu.

Reporter: | Editor: Faisal

Tags

Terkini