Masyarakat Kecamatan Neglasari menyambut positif proyek rekonstruksi Jalan Iskandar Muda yang ditargetkan rampung bulan depan. Meskipun memicu kemacetan temporer, intervensi infrastruktur ini dinilai krusial untuk memulihkan mobilitas publik dan menggairahkan kembali aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro di kawasan strategis tersebut.
KOTA TANGERANG —bantensatu.id, Sebuah pembangunan selalu menuntut ruang kompromi antara kenyamanan jangka pendek dan kemaslahatan jangka panjang. Realitas objektif ini teperikan dengan jelas di ruas Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Proyek rekonstruksi jalan yang tengah dikebut Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memicu kemacetan harian, namun gelombang penolakan nihil terjadi. Sebaliknya, masyarakat justru memberikan respons positif yang masif.
Bagi warga setempat, kemacetan yang timbul akibat penyempitan jalur dinilai sebagai konsekuensi logis yang wajar demi mendapatkan kualitas infrastruktur yang lebih layak. Ruas jalan ini merupakan urat nadi logistik dan mobilitas yang menghubungkan langsung kawasan pemukiman padat di Neglasari menuju jantung pusat Kota Tangerang.
Sun Wih, Ketua Rukun Warga (RW) 04 Kelurahan Neglasari, menegaskan bahwa kedewasaan berfikir warga menjadi modal sosial utama kelancaran proyek ini. Hambatan sirkulasi kendaraan di lapangan dipandang sebagai fase transisi yang mutlak dilewati.
”Ya wajar, kemacetan pasti ada kalau ada perbaikan. Tapi itu sementara, pokoknya yang penting jalannya bisa dilalui dengan nyaman lagi nantinya,” ujar Sun Wih saat memantau situasi di lapangan, Jumat (14/8/2026).
Sun Wih menambahkan, mitigasi dampak kemacetan telah diantisipasi dengan baik berkat koordinasi taktis petugas di lapangan yang sigap menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas.
”Apalagi petugas juga sudah menyediakan rekayasa lalu lintas beberapa hari terakhir, warga sekitar sangat senang menyambut adanya perbaikan ini, semoga semuanya berjalan lancar dan cepat selesai,” tambahnya.
Skema Buka-Tutup dan Jalur Alternatif
Guna meminimalkan dampak stagnasi kendaraan, Pemkot Tangerang secara dinamis memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem buka-tutup secara berkala. Selain itu, sejumlah jalur alternatif telah disiapkan bagi pengendara jarak jauh untuk mengurai titik jenuh penumpukan volume kendaraan di Jalan Iskandar Muda. Proyek ini ditargetkan mencapai konklusi fisik sepenuhnya pada bulan depan.
Guna meminimalkan dampak stagnasi kendaraan, Pemkot Tangerang secara dinamis memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem buka-tutup secara berkala. Selain itu, sejumlah jalur alternatif telah disiapkan bagi pengendara jarak jauh untuk mengurai titik jenuh penumpukan volume kendaraan di Jalan Iskandar Muda. Proyek ini ditargetkan mencapai konklusi fisik sepenuhnya pada bulan depan.
Selain memulihkan kenyamanan berkendara, urgensi perbaikan jalan ini berkelindan erat dengan urusan isi dompet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bertebaran di sepanjang koridor Neglasari. Selama jalan mengalami kerusakan parah, sektor perniagaan lokal ikut terpukul akibat keengganan konsumen untuk singgah.
Alfan Wijaya, salah seorang pengusaha gerai konter di kawasan tersebut, membagikan data empiris mengenai penurunan omzet usaha akibat degradasi kualitas jalan. Kerusakan infrastruktur tidak sekadar mengganggu estetika kota, tetapi secara langsung memotong rantai pendapatan ekonomi warga.
”Kalau hujan banyak genangan, kalau dihitung-hitung jumlah pelanggan berkurang drastis,” keluh Alfan mengenang kondisi sebelum intervensi proyek dimulai, Kamis (13/8/2026).
Sebab itu, dimulainya pengerjaan fisik ini disambutnya dengan rasa syukur yang mendalam. Ia dan para pelaku usaha kecil lainnya menaruh harapan besar bahwa dalam waktu dua bulan ke depan, pemulihan jalan ini akan menjadi stimulan kuat bagi bangkitnya kembali ekosistem ekonomi lokal.
”Alhamdulillah, perbaikan ruas jalan ini sudah dimulai lagi. Semoga tidak hanya memberikan kenyamanan berkendara namun juga menghidupkan berbagai usaha yang dirintis masyarakat, termasuk saya sendiri di sepanjang Jalan Iskandar Muda,” pungkas Alfan optimis.
Reporter: Irin Masi| Editor: Faisal




