Kabupaten Tangerang,bantensatu.id-Living Lab Ventures (LLV), perusahaan Corporate Venture Capital (CVC) milik Sinar Mas Land, resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Nihon M&A Center Indonesia (NMAI) guna memperkuat ekosistem investasi, merger dan akuisisi (M&A), serta pengembangan bisnis lintas negara antara Indonesia dan Jepang.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi startup maupun perusahaan nasional untuk terhubung dengan investor strategis dan korporasi asal Jepang, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan Asia Tenggara.
Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, mengatakan Jepang selama ini menjadi salah satu mitra investasi paling strategis bagi Indonesia. Hal tersebut tercermin dari tingginya realisasi investasi Jepang di Tanah Air.
Baca juga: Dari Cipadu ke Panggung Nasional, Dewi Sambi Angkat Wastra Nusantara Lewat Sentuhan Fashion Modern
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sepanjang 2025 realisasi Foreign Direct Investment (FDI) dari Jepang mencapai USD3,12 miliar atau sekitar Rp50 triliun.
“Tren tersebut mencerminkan tingginya minat investor Jepang terhadap potensi pasar Indonesia, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi perusahaan dan startup nasional untuk menjalin kolaborasi strategis dengan mitra asal Jepang,” ujar Bayu Seto dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Melalui kemitraan ini, LLV memperoleh akses terhadap salah satu jaringan merger dan akuisisi terbesar di Jepang melalui PT Nihon M&A Center Indonesia, yang merupakan bagian dari Nihon M&A Center Holdings Inc.
Baca juga: Pemkot Tangerang Buka Bimtek Ekonomi Kreatif, Pelaku Usaha Dibekali Strategi Kuasai Pasar Digital
Menurut Bayu, sinergi tersebut memungkinkan perusahaan dan startup Indonesia lebih mudah menjalin kerja sama dengan korporasi maupun investor strategis Jepang.
“Melalui kolaborasi dengan PT Nihon M&A Center Indonesia, kami memperoleh akses ke salah satu jaringan M&A terbesar di Jepang yang memungkinkan untuk menghubungkan perusahaan dan startup Indonesia dengan korporasi serta investor strategis Jepang secara lebih efektif,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut semakin memperkuat posisi Living Lab Ventures sebagai platform investasi lintas negara yang mampu menghadirkan peluang kolaborasi, investasi, hingga ekspansi bisnis jangka panjang bagi kedua negara.
Berbasis di BSD City, Kabupaten Tangerang, LLV berkomitmen menjadi penghubung antara perusahaan global, investor, serta pelaku usaha dengan berbagai peluang investasi di salah satu kawasan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.
Sementara itu, President Director PT Nihon M&A Center Indonesia, Kosuke Kawata, menilai kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat aktivitas bisnis Indonesia dan Jepang melalui investasi maupun merger dan akuisisi lintas negara.
“Dengan menggabungkan kapabilitas investasi dan kekuatan ekosistem LLV di Indonesia dengan jaringan korporasi Jepang serta keahlian advisory yang kami miliki, kami berharap dapat menciptakan nilai jangka panjang dan mendukung pertumbuhan bisnis di kedua negara,” ujar Kosuke.
Sejak berdiri pada 2020, Living Lab Ventures terus memperluas perannya sebagai platform investasi yang mendukung pertumbuhan startup dan perusahaan berpotensi tinggi melalui investasi strategis, pengembangan ekosistem bisnis, serta jaringan kemitraan global.
Hingga saat ini, LLV telah mengelola pendanaan dan portofolio perusahaan senilai lebih dari USD100 juta, yang dialokasikan untuk mendukung berbagai peluang investasi dan pengembangan bisnis di beragam sektor industri.
Dengan basis operasional di BSD City, LLV juga terus memperkuat konektivitas antara startup, korporasi, investor, serta mitra global guna mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi bisnis, dan pertumbuhan ekonomi di pasar regional maupun internasional.
Reporter: VA Editor: Faisal




