bantensatu.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus mempertebal kewaspadaan terhadap potensi risiko kesehatan akibat sebaran abu vulkanik di wilayah perkotaan. Kendati demikian, warga diminta tetap tenang, rasional, dan tidak melakukan aksi borong barang (panic buying) terhadap komoditas alat pelindung diri seperti masker medis, guna menjaga stabilitas rantai pasok dan keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah imbauan taktis ini dirilis sebagai bagian dari mitigasi krisis berbasis perlindungan kesehatan publik, menyusul dinamika erupsi dan sebaran debu vulkanik di kawasan Provinsi Banten.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, menegaskan bahwa penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan merupakan intervensi proteksi mandiri yang sangat krusial untuk meminimalisasi paparan partikel mikro yang dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta iritasi mata. Namun, kepatuhan protokol kesehatan tersebut harus berjalan selaras dengan kesadaran sosiologis agar tidak memicu kelangkaan barang di tingkat pengecer.
“Kewaspadaan harus ditingkatkan dengan disiplin memakai masker saat berada di ruang terbuka. Namun, kami meminta masyarakat belanja secara bijak dan proporsional sesuai kebutuhan harian. Jangan sampai terjadi panic buying masker yang justru merugikan warga lain yang membutuhkan. Pemerintah menjamin pemantauan situasi berjalan secara terus-menerus dan terintegrasi,” tegas Mahdiar.
Di samping memitigasi distorsi pasar komoditas kesehatan, Pemkot Tangerang juga menaruh perhatian besar pada penanganan disinformasi di ruang publik. BPBD mendesak masyarakat untuk menyaring setiap arus kabar yang beredar dan hanya merujuk pada pemutakhiran data resmi (official line) yang dirilis oleh kanal pemerintah daerah.
Bagi warga yang merasakan gejala gangguan kesehatan pascapaparan debu, Pemkot Tangerang telah menginstruksikan jajaran fasilitas kesehatan primer (Puskesmas) di seluruh kecamatan untuk bersiap memberikan tindakan medis darurat. Melalui konsolidasi kesiapsiagaan hulu-ke-hilir ini, Kota Tangerang memastikan penanganan dampak abu vulkanik dapat terkelola secara aman, tertib, dan berkepastian hukum.




