TANGERANG — bantensatu.id, Ruang publik di wilayah hukum Kabupaten Tangerang kembali dihentak oleh aksi kekerasan jalanan yang menyasar anak di bawah umur. Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan kondisi tragis seorang bocah yang diduga kuat menjadi korban pembacokan brutal di pinggir jalan kawasan Munjul, Kecamatan Solear, kini viral dan memicu keresahan kolektif masyarakat.
Berdasarkan data investigasi awal pada Kamis (20/8/2026), peristiwa mencekam tersebut diperkirakan terjadi pada Rabu sore. Dalam visualisasi digital yang beredar luas, korban anak-anak tersebut tampak terduduk tak berdaya di bahu jalan sembari mendekap lengan kanannya yang mengalami pendarahan hebat akibat luka sabetan senjata tajam. Narasi publik yang berkembang di lapangan bahkan mengindikasikan bahwa cedera traumatis yang dialami korban hampir memutus struktur tangannya.
Narasumber otoritatif dari Polresta Tangerang melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Ipda Tri Laksono Febrianto, mengonfirmasi bahwa perkara pidana ini telah masuk dalam tahap penanganan intensif oleh jajaran Polsek Cisoka.
“Korban belum bisa dimintai keterangan, saat ini masih dalam pengobatan,” tegas Tri Laksono saat memberikan keterangan pers mengenai perkembangan penanganan medis dan hukum terhadap korban.
Dari penggalan interogasi awal warga di tempat kejadian perkara (TKP), bocah malang tersebut mengaku berasal dari wilayah Kecamatan Cisoka. Sebelum insiden berdarah itu pecah, ia diketahui sedang bermobilisasi bersama rekannya. Namun, saat sekelompok orang tidak dikenal (OTK) melancarkan serangan bersenjata, situasi mendadak kacau hingga korban terpisah dan ditinggalkan di lokasi.
“Nggak tahu (keberadaan teman), saya ditinggalin,” ungkap lirih korban dalam rekaman video saat menjawab pertanyaan warga yang berupaya memberikan pertolongan pertama di sela ceceran darah.
Guna mengurai benang kusut dan memetakan aktor intelektual di balik aksi premanisme jalanan ini, kepolisian telah mengambil langkah taktis dengan mengamankan satu orang terdekat korban.
“Kemarin dari rekan korban sudah diamankan sebagai saksi,” tambah Ipda Tri Laksono, mengindikasikan bahwa pemeriksaan saksi kunci ini menjadi pijakan krusial tim penyidik untuk memburu kawanan pelaku.
Reporter: [Nama Reporter Anda] | Editor: Ismail Saleh, Faisal, ARMY




