Kota Tangerang,bantensatu.id- Kota Tangerang tidak hanya dikenal sebagai kawasan penyangga ibu kota, tetapi juga sebagai daerah yang berhasil merawat harmoni di tengah keberagaman masyarakatnya. Nilai toleransi yang telah tumbuh selama puluhan tahun tercermin melalui keberadaan rumah-rumah ibadah dari berbagai agama yang berdiri berdampingan dan menjadi bagian penting dari identitas kota.
Lebih dari sekadar tempat beribadah, sejumlah rumah ibadah di Kota Tangerang juga menyimpan nilai sejarah, budaya, hingga arsitektur yang menjadikannya layak sebagai destinasi wisata religi. Kehadirannya menjadi ruang refleksi sekaligus sarana edukasi tentang pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.
Berikut lima destinasi wisata religi lintas iman yang dapat dikunjungi di Kota Tangerang.
Baca juga: Sehari Keliling Kota Tangerang, Ini 5 Landmark Ikonik yang Wajib Masuk Daftar Wisata Akhir Pekan
Masjid Raya Al-A’zhom menjadi ikon kebanggaan Kota Tangerang. Berlokasi di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, masjid ini dikenal memiliki kubah utama berukuran besar tanpa tiang penyangga di bagian tengah. Selain menjadi pusat aktivitas keagamaan umat Islam, masjid ini juga menjadi tujuan wisata religi dan edukasi yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.
Tak jauh dari kawasan Pasar Lama, berdiri Klenteng Boen Tek Bio yang merupakan salah satu klenteng tertua di Indonesia. Didirikan pada 1684, bangunan bersejarah ini menjadi saksi perjalanan komunitas Tionghoa Benteng di Kota Tangerang. Arsitektur khas Tiongkok yang masih terjaga menjadikan klenteng ini sebagai destinasi wisata budaya sekaligus religi.
Sementara itu, Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda di Jalan Daan Mogot menjadi salah satu pusat peribadatan umat Katolik di Kota Tangerang. Bangunannya yang megah dengan nuansa arsitektur klasik menarik perhatian tidak hanya umat Katolik, tetapi juga masyarakat yang ingin menikmati keindahan desain bangunan dan suasana yang tenang.
Baca juga: Wagub Banten Tantang Duta Pariwisata 2026 Eksplorasi Permata Tersembunyi
Keberagaman tersebut juga diperkuat dengan hadirnya Gereja Kristen Pasundan (GKP) Tangerang. Gereja yang telah berdiri sejak lama ini menjadi bagian dari sejarah perkembangan kehidupan masyarakat Kota Tangerang yang plural dan terus mempertahankan nilai kebersamaan antarumat beragama.
Di sisi lain, Vihara Padumuttara menghadirkan suasana yang teduh dan nyaman bagi umat Buddha dalam menjalankan ibadah. Lingkungan vihara yang tertata rapi sekaligus menjadi simbol kehidupan masyarakat Kota Tangerang yang mampu menjaga kerukunan di tengah perbedaan keyakinan.
Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat maupun wisatawan untuk menikmati wisata religi secara bijak dengan tetap menjaga kesopanan, ketertiban, serta menghormati setiap aktivitas ibadah yang berlangsung di masing-masing rumah ibadah.
Keberadaan lima destinasi tersebut menjadi bukti bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang hidup dalam keseharian masyarakat Kota Tangerang. Dari rumah-rumah ibadah itulah pesan tentang saling menghormati terus diwariskan, mengingatkan bahwa keberagaman akan selalu menjadi kekuatan ketika dijaga dengan rasa hormat dan kemanusiaan.
Reporter: VA Editor: Faisal




