bantensatu.id-Akselerasi penataan sistem ketahanan kesehatan daerah dan pemantapan program pengendalian penyakit menular di permukiman warga terus membuahkan hasil gemilang. Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, secara resmi memaparkan bahwa implementasi Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik sukses menjadi kunci keberhasilan utama Kota Tangsel dalam mempertahankan status zero death atau nol kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) berturut-turut sejak tahun 2024 hingga pertengahan 2026. Langkah makro ini berjalan dinamis murni sebagai draf kompas arah taktis pemerintah kota bersama warga guna memutus rantai penularan jentik dari hulu hingga ke hilir.
Pernyataan tegap tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Benyamin Davnie saat menghadiri peringatan ASEAN Dengue Day (ADD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Kamis (25/6/2026). Agenda strategis ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo beserta jajaran perangkat dinas, tenaga kesehatan, serta ratusan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di wilayah penyangga yang selama ini tegap berdiri sebagai garda terdepan pelindung kekebalan imunitas sosial masyarakat arus bawah.
Wali Kota menjelaskan bahwa tren keterjangkitan DBD di Tangsel saat ini cenderung terus ditekan secara instan dan bugar melalui intervensi sistematis yang berakar dari inisiatif lokal di Pamulang sejak 2016. Untuk menjaga konsistensi draf capaian medis ini, Pemkot Tangsel aktif menggalakkan program “RW Bebas Jentik” melalui metode survei sidak mendadak tanpa pemberitahuan. Seluruh jajaran kementerian kesehatan daerah dan kedinasan diwajibkan melakukan tata pamong evaluasi menyeluruh terhadap area kluster kelurahan yang masih menunjukkan draf angka temuan jentik tinggi agar dikelola secara berwibawa, bersih, transparan, dan terbuka.
Baca juga: GOPTKI Tangsel Gelar Khitanan Massal untuk 57 Anak di RSUD Pondok Aren
Melalui komitmen pengelolaan administrasi kota yang bersih dan akuntabel, gerakan pengawasan sarang nyamuk ini didorong penuh untuk bertransformasi menjadi budaya hidup sehari-hari yang jujur di lingkungan warga. Masyarakat diajak disiplin memeriksa wadah air, penampung dispenser, hingga bak mandi secara terbuka agar terbebas dari ancaman nyamuk Aedes aegypti. Kolaborasi berbasis siber pemantauan kesehatan daerah ini diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran dan kesejahteraan warga Tangsel agar tumbuh secara sehat, kuat, bugar, serta bermartabat penuh di masa depan.
“Capaian nol kematian akibat DBD di daerah tapak Puspemkot ini merupakan draf bukti sahih efektivitas sinergi makro pemerintah dan kader Jumantik. Kita ingin budaya memeriksa jentik ini berjalan secara instan dan bugar di setiap rumah tangga. Lewat manajemen kementerian kedinasan daerah yang bersih, transparan, terbuka, dan akuntabel, seluruh draf pelaporan berkas siber RW Bebas Jentik ini akan terus kita kawal agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, dan higienis,” urai Wali Kota Benyamin Davnie dalam taklimat medianya.
Baca juga: Wali Kota Sachrudin Buka Job Fair 2026 dengan 15.000 Lowongan Dalam dan Luar Negeri




