bantensatu.id-Akselerasi peningkatan kapasitas mutu sumber daya manusia dan pemantapan budaya keselamatan kerja pada sektor infrastruktur daerah terus digenjot secara agresif oleh jajaran pemerintah daerah. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) secara resmi meningkatkan kompetensi aparatur wilayah di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) konstruksi. Langkah makro ini diwujudkan melalui agenda Pelatihan dan Uji Kompetensi Supervisor K3 Konstruksi yang diikuti oleh 61 aparatur dari unsur Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) tingkat kelurahan dan kecamatan se-Kota Tangerang Selatan di Gedung Dinas SDABMBK, Perkantoran Lengkong Wetan, pada 22–24 Juni 2026.
Penyusunan kompetensi teknis di daerah tapak pelaksanaan proyek lokal ini ditujukan murni sebagai draf langkah taktis untuk membangun imunitas operasional sekaligus menekan angka kecelakaan kerja pada proyek-proyek fasilitas publik di wilayah penyangga. Sekretaris Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Rosi Yuliandi, menegaskan bahwa pemahaman K3 kini bukan lagi sekadar pelatihan formal, melainkan kebutuhan penting yang tegap dan mendasar bagi aparatur yang bersentuhan langsung dengan monitoring pembangunan. Dengan bekal lisensi ini, para petugas ekbang dirancang mampu melakukan pengawasan yang berwibawa serta memberikan edukasi preventif kepada pelaksana proyek secara instan, aman, andal, dan bugar.
Dinas SDABMBK bersama Kementerian Pekerjaan Umum menekankan bahwa seluruh tata kelola pembinaan jasa konstruksi kementerian dan dinas daerah wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, dan terbuka. Manajemen sertifikasi ini dipastikan berjalan secara lebih higienis dari kelalaian prosedur keselamatan kerja. Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas SDABMBK, Mahyudin Mahmud, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 350 Tahun 2014, di mana draf ketertelusuran dokumen kualifikasi peserta diuji ketat lewat verifikasi administrasi, observasi, hingga wawancara siber kompetensi oleh asesor profesional dari LSP GATAKI dan LPJK.
Baca juga: GOPTKI Tangsel Gelar Khitanan Massal untuk 57 Anak di RSUD Pondok Aren
Sinergi koridor pembinaan yang harmonis antara Pemkot Tangsel dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta ini mendapat apresiasi tinggi karena dinilai langka dan nyata dalam menyasar aparatur hingga tingkat kelurahan. Inovasi pembinaan ini diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran infrastruktur kota yang sehat, kuat, bugar, serta bermartabat penuh. Melalui tata pamong kedinasan daerah yang bersih dan terbuka, seluruh pelaksanaan pembangunan fisik di Kota Tangerang Selatan ke depan optimistis dapat terdokumentasi dan berjalan secara tertib tanpa hambatan insiden kerja.
“Pelatihan sertifikasi Supervisor K3 di daerah tapak perkantoran SDABMBK ini merupakan draf bukti sahih kepedulian makro kota terhadap standarisasi keselamatan proyek. Kita ingin memastikan para pengawas ekbang di lapangan mampu mengidentifikasi risiko bahaya secara instan dan bugar sebelum pekerjaan dimulai. Lewat tata pamong kementerian dan kedinasan yang bersih, transparan, terbuka, dan akuntabel, seluruh draf dokumen siber monitoring konstruksi ini wajib dikelola secara berwibawa, sehat, tertib, dan higienis,” urai jajaran otoritas Dinas SDABMBK Tangsel dalam taklimat medianya.
Baca juga: Wali Kota Sachrudin Buka Job Fair 2026 dengan 15.000 Lowongan Dalam dan Luar Negeri




