Senin, 24 Agustus 2026

per

Pemprov Banten Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Serang Fair 2026

Pelaku UMKM mempromosikan produk lokal dalam ajang Serang Fair 2026 di Kota Serang.
Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi, di Kota Serang, Banten

Serang, bantensatu.id- Pemerintah Provinsi Banten menegaskan komitmennya memperkuat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pengembangan ekosistem usaha serta perluasan ruang promosi produk lokal.

Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan Serang Fair 2026 sebagai ruang bagi pelaku UMKM dan industri kecil dan menengah (IKM) untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan pemerintah akan terus menghadirkan kebijakan dan program yang mendukung perkembangan UMKM serta ekonomi kreatif.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Perkuat Transformasi Digital, Bidik Posisi Hub Penerbangan Terdepan Asia Tenggara

“Jangan ragu untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha. Keberpihakan kita terhadap produk UMKM akan memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha,” kata Deden di Serang, Sabtu.

Deden juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Serang Fair 2026 dengan membeli dan mencintai produk lokal yang dihasilkan para pelaku IKM.

Menurutnya, dukungan terhadap UMKM memiliki kaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Ia merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Serang meningkat dari 4,7 persen pada 2024 menjadi 5,2 persen pada 2025.

Baca juga: Bapenda Kota Tangerang Luncurkan Diskon Kemerdekaan demi Kejar Target Pajak Rp1,2 Triliun

Serang Fair Dorong Perputaran Ekonomi

Selain melalui kebijakan dan promosi, Pemprov Banten juga berupaya memperkuat sektor UMKM melalui pembangunan infrastruktur yang menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi barang, termasuk peningkatan jalan dan wacana pembangunan flyover.

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan Serang Fair yang berlangsung 7-10 Agustus 2026 dalam rangka HUT ke-19 Kota Serang dirancang sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan.

Budi menyebut keberlangsungan UMKM tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam membeli produk lokal.

Catatan penyelenggaraan Serang Fair 2025 menunjukkan besarnya potensi kegiatan tersebut. Ajang tahun lalu tercatat menarik 383.232 pengunjung dengan total perputaran transaksi UMKM mencapai Rp11,3 miliar.

“Serang Fair menjadi ruang promosi penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap ajang tahun ini kembali mendorong UMKM agar terus tumbuh sebagai penopang utama ekonomi daerah,” ujar Budi.

Serang Fair 2026 dengan demikian bukan sekadar agenda perayaan hari jadi daerah. Di balik panggung dan keramaian pengunjung, terdapat pelaku usaha yang menggantungkan pertumbuhan bisnisnya pada keberanian menawarkan produk, kemampuan membaca pasar, dan kesediaan masyarakat memilih produk lokal.

Ekonomi kerakyatan tidak tumbuh dari slogan, tetapi dari transaksi nyata. Ketika masyarakat membeli produk UMKM, yang bergerak bukan hanya uang, melainkan juga harapan, pekerjaan, dan keberanian orang kecil untuk tetap berdiri di tengah kompetisi yang semakin besar.

Reporter: VA Editor: Faisal

Tags

Terkini