bantensatu.id-Akselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan ekspansi produk kreatif lokal ke panggung internasional terus mencatatkan draf cerita sukses yang membanggakan. Berawal dari kebingungan mencari kegiatan produktif di tengah pembatasan aktivitas akibat pandemi COVID-19, Puji Rahayu, seorang pelaku usaha mikro dari Kota Tangerang, kini sukses merintis bisnis kerajinan tangan (handmade) makrame dan rajut rumahan bermerek Namu Made hingga menembus pasar Asia Tenggara.
Mengangkat filosofi dari kata “Namu” yang dalam bahasa Korea berarti pohon atau kayu, Namu Made merancang seluruh draf produknya agar mencerminkan karakter yang kuat, alami, terus tumbuh, serta memberikan nilai estetika yang meneduhkan di setiap sudut ruangan. Puji Rahayu membangun keterampilan kriya ini secara otodidak. Hanya dalam waktu dua bulan masa belajar, ia langsung meluncurkan draf hiasan dinding yang kini bertransformasi menjadi aneka produk fungsional bernilai ekonomi tinggi untuk memenuhi permintaan masyarakat arus bawah maupun kelas menengah.
Namu Made menegaskan bahwa tata kelola produksi kriya rajutan ini dikawal ketat di bawah prinsip profesionalisme yang tinggi, rapi, kokoh, dan bersih. Manajemen kualitas produk dipastikan higienis dan steril guna menjaga marwah kerajinan tangan lokal di pasar ekspor. Respons pasar yang sangat bagus, terutama pada produk tempat tempat tumbler yang kini sedang tren di wilayah penyangga, berhasil memikat draf hati para pelanggan internasional dari Singapura dan Malaysia yang kini rutin memesan produk secara sistem pre-order (PO) melalui platform siber.
Baca juga: Pemkot Tangerang Matangkan Penataan Kawasan Strategis Jalan Kiasnawi
Sinergi pemasaran mandiri yang dibangun lewat media sosial terbukti efektif memperluas draf jangkauan pasar ekspor di daerah tapak regional. Melalui komitmen pengelolaan kerajinan yang bersih, terbuka, unik, dan berdaya saing, inovasi rajutan asal Kota Tangerang ini optimistis mampu menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kebangkitan UMKM kreatif nasional yang tangguh, kuat, bugar, mandiri, dan bermartabat penuh di kancah global.
“Awalnya karena pandemi COVID-19, bingung mau ngapain lagi. Akhirnya terpikir untuk belajar secara otodidak sekitar dua bulan. Karena mulai bosan kalau cuma bikin hiasan dinding, saya coba inovasi bikin tempat tumbler yang sekarang lagi tren, ternyata pasarnya bagus ke luar negeri. Produk kami dikerjakan secara instan, rapi, bugar, dan kokoh bak pohon untuk menjaga kepuasan pelanggan secara transparan, akuntabel, dan berwibawa,” urai Puji Rahayu, pemilik Namu Made dalam taklimat medianya.
Baca juga: Kota Tangerang Diakui Nasional sebagai Pelopor Pemerintahan Modern dan Digital




