bantensatu.id-Akselerasi penataan arah pembangunan nasional dan pemantapan komitmen keberpihakan ekonomi terhadap masyarakat arus bawah terus disuarakan secara tegap oleh pucuk pimpinan tertinggi negara. Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa tekad untuk memperkuat dan menyejahterakan rakyat merupakan draf prinsip ideologis yang telah dipegangnya teguh selama puluhan tahun. Hal tersebut disampaikan secara emosional oleh Kepala Negara dalam pidato sambutannya pada Rabu, 24 Juni 2026, di Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penyusunan fondasi politik kerakyatan di daerah tapak Gorontalo ini ditujukan murni sebagai instrumen taktis untuk membangun imunitas ekonomi domestik sekaligus mengembalikan esensi sejati dari cita-cita kemerdekaan bangsa di wilayah penyangga. Presiden Prabowo mengkritik keras pendekatan ekonomi masa lalu yang cenderung neoliberal dan hanya mengedepankan mekanisme pasar sebagai solusi utama. Berkaca dari pengalamannya saat memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), beliau menegaskan bahwa konsep tersebut salah besar karena mengabaikan peran negara dalam menjamin hak dasar rakyat seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan papan yang layak agar hidup secara instan dan bugar.
Pemerintah pusat menekankan bahwa seluruh tata kelola perumusan kebijakan ekonomi, draf penyusunan program jaminan sosial kementerian, hingga penempatan anggaran kesejahteraan wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, dan terbuka. Manajemen tata pamong negara dipastikan harus berjalan secara berwibawa serta higienis dari segala draf tindakan spekulatif elit yang hanya menguntungkan segelintir kelompok. Pemanfaatan sistem pengawasan berbasis siber digital ikut dikembangkan secara terbuka guna mengunci ketertelusuran penyaluran hak-hak masyarakat agar tetap bersih dan tepat sasaran.
Baca juga: : Pemkot Tangerang Kerahkan 95 Personel dan 19 Armada Padamkan Kebakaran Pabrik Karet di Cipondoh
Melalui perjalanan politiknya yang panjang, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk tidak pernah menyerah dalam memperkuat fondasi kesejahteraan dari akar rumput. Sinergi koridor pembangunan yang harmonis antara kementerian, lembaga legislatif, dan seluruh elemen bangsa diharapkan mampu mempercepat lompatan pemenuhan hak sosial masyarakat secara merata. Dengan prinsip ekonomi yang berorientasi pada rakyat, kehadiran Kepala Negara di PENAS XVII ini optimistis menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemandirian bangsa yang sehat, kuat, bugar, serta bermartabat penuh di kancah internasional.
“Perjuangan politik kita di daerah tapak ini ditujukan murni untuk menjawab kenapa kita mau merdeka. Kemerdekaan bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan agar masyarakat kita hidup bugar, sejahtera, dan terangkat dari bawah. Lewat tata pamong kementerian yang bersih, transparan, terbuka, dan akuntabel, seluruh kebijakan strategis negara kita kelola secara berwibawa, sehat, tertib, dan higienis demi martabat seluruh rakyat Indonesia,” urai jajaran otoritas Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres) menyitir arahan Presiden.
Baca juga: Sekda Herman Suwarman Instruksikan Percepatan Proyek Strategis Kota Tangerang




