Senin, 25 Mei 2026

per

Simbolisme Sapi Kurban 1,1 Ton Prabowo dari Cipondoh untuk Jaringan Sosial Urban

Sapi Brangus hitam berbobot 1,1 ton bernama Sambo berdiri sehat di kandang penggemukan Cipondoh, Tangerang, pasca dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Iduladha 1447 H.
Peternak asal Cipondoh, Muhammad Roji, saat memeriksa kondisi fisik Sapi Brangus seberat 1,1 ton bernama "Sambo" di Kota Tangerang. Sapi bebas PMK dan antraks ini dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto seharga Rp122 juta sebagai hewan kurban untuk masyarakat.
KOTA TANGERANG, Bantensatu News — Ritual kurban dalam Iduladha bukan semata-mata urusan memotong hewan, melainkan sebuah refleksi radikal mengenai keadilan sosial, distribusi kesejahteraan, dan penghormatan terhadap martabat pangan masyarakat bawah. Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengirimkan pesan simbolik yang kuat melalui pemilihan hewan kurban berkualitas tinggi seharga Rp122 juta langsung dari peternak lokal di Kota Tangerang, Banten. Langkah ini menjadi potret nyata bagaimana otoritas tertinggi negara bersentuhan langsung dengan denyut nadi ekonomi kerakyatan di tingkat tapak.
Hewan kurban tersebut adalah “Sambo”, seekor sapi lanang berjenis Brangus dengan bobot impresif menembus 1,1 ton. Sambo bukan sekadar komoditas ternak yang digemukkan secara instan; ia adalah buah dari ketekunan, konsistensi, dan perlakuan humanis yang diberikan oleh Muhammad Roji, seorang peternak mandiri di Kampung Gunung, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Di tengah lanskap kota satelit yang kian padat, bertani dan beternak secara terhormat adalah bentuk resistensi ekonomi yang nyata.
Selama tiga tahun terakhir, Roji mendampingi tumbuh kembang Sambo dengan ketelitian seorang perawat. Memasuki usia lima tahun, sapi dengan postur legam nan kukuh ini mendapatkan perlakuan khusus yang melampaui standar peternakan konvensional. Aspek higienitas dan asupan nutrisi dipantau secara presisi demi memastikan daging yang kelak dikonsumsi masyarakat adalah pangan yang suci dan sehat.
“Perawatannya khusus. Mandi rutin sehari dua kali pagi dan sore untuk memastikan kebersihan. Pakannya kita beri ampas tahu, konsentrat, hingga singkong,” ujar Roji saat ditemui, Rabu (13/05/2026).
Komitmen humanis ini berkelindan erat dengan standar ketat ketahanan pangan nasional. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang turut mengawal intervensi medis berupa pemberian vitamin B Kompleks, B12, serta pemenuhan modalitas vaksinasi yang lengkap.
Sebelum resmi dipinang oleh pihak Istana, Sambo wajib melewati proses kurasi klinis yang rigid. Melalui uji laboratorium komprehensif berbasis sampel darah, air liur, hingga kotoran, sapi jumbo ini dinyatakan bersih dan negatif dari ancaman endemis antraks maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Pilihan Presiden Prabowo menjatuhkan pilihan pada peternakan lokal Cipondoh ini memberikan afirmasi penting: bahwa ketahanan pangan yang kuat berakar dari penghargaan terhadap peternak kecil yang memperlakukan hewan ternaknya dengan penuh martabat.
Kendati kepastian mengenai figur penerima manfaat daging kurban ini sudah benderang, titik koordinat pemotongan serta skema distribusi spesifik di wilayah Kota Tangerang masih merayap dalam pematangan birokrasi protokoler.
“Untuk pengirimannya Insyaallah ke wilayah Kota Tangerang, namun untuk masjid atau lokasi pastinya saya belum ada perintah,” pungkas Roji, menutup perbincangan dengan harapan bahwa Sambo akan menjadi berkah pangan yang merata bagi warga wong cilik di Tangerang.
Pewarta: Irin Masi | Editor: Faisal

Tags

Terkini