bantensatu.id-Langkah taktis dalam memacu akselerasi pembangunan daerah menjelang paruh kedua tahun anggaran terus digulirkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran birokrasi untuk mendongkrak performa kerja secara signifikan. Arahan strategis tersebut disampaikan langsung saat dirinya memimpin apel pagi aparatur sipil negara (ASN) yang berlangsung khidmat di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang pada Senin (15/6/2026).
Memasuki fase transisi menuju Semester II Tahun 2026, pemerintah daerah menekankan bahwa draf capaian kinerja serta serapan draf anggaran fisik dan keuangan dari setiap Perangkat Daerah wajib dievaluasi secara radikal. Evaluasi ini diarahkan sebagai jangkar utama untuk mengukur sejauh mana output pelayanan publik selaras dengan perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan. Pemkot Tangerang menuntut adanya lompatan produktivitas dari hulu hingga ke hilir agar seluruh program strategis dapat dirasakan langsung oleh masyarakat arus bawah.
Wakil Wali Kota Maryono menggarisbawahi pentingnya setiap instansi dalam menghadirkan inovasi dan terobosan baru. Langkah inovatif ini dinilai krusial untuk meminimalkan risiko keterlambatan pelaksanaan proyek infrastruktur maupun program pelayanan sosial di wilayah penyangga. Manajemen risiko yang matang dan responsif diharapkan mampu memotong hambatan birokrasi, sehingga jalannya roda pemerintahan tetap bergerak maju, solutif, aman, serta murni berjalan sesuai koridor aturan hukum yang berlaku.
Baca juga: Pemkot PUPR Gencarkan Pengaspalan Hotmix di Sejumlah Ruas
Selain menyoroti pembenahan sistem organisasi, pengondisian disiplin serta integritas ASN juga menjadi perhatian khusus pimpinan daerah. Pemkot Tangerang memberikan apresiasi bagi para abdi negara yang konsisten menunjukkan profesionalisme tinggi dan menjadi teladan bugar di lingkungan kerjanya. Sebaliknya, bagi pegawai yang belum sepenuhnya mematuhi pakta integritas, diinstruksikan untuk segera melakukan perbaikan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, terbuka, dan akuntabel di tingkat daerah tapak.
“Memasuki akhir Semester I ini, persentase capaian fisik dan keuangan harus menjadi acuan untuk mendorong kinerja yang lebih optimal pada Semester II. Kita harus lebih gaspol, bergerak responsif, dan menghadirkan solusi konkret atas tantangan di lapangan. Lewat manajemen pengawasan yang ketat dan bersih, mari kita bersama-sama menjadi abdi negara yang profesional demi mengawal kesejahteraan warga Kota Tangerang secara bermartabat,” tegas H. Maryono dalam amanatnya.
Baca juga: Menkes Tegaskan Filantropi Kesehatan Wajib Transparan dan Terukur




