Jumat, 19 Juni 2026

per

DP3AP2KB Kota Tangerang Tuntaskan Pembinaan Kader BKR dan Aplikasi New SIGA

bantensatu.id-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang bergerak taktis memperkuat fondasi ketahanan keluarga guna mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas makro. Komitmen hulu-ke-hilir ini diwujudkan melalui penuntasan agenda pembinaan intensif bagi kader dan pengelola Kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) di Ruang Ar-Rabiah, yang resmi berakhir pada Rabu (17/6/2026) setelah berlangsung secara maraton selama lima hari.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menjelaskan bahwa langkah intervensi struktural ini diorientasikan untuk mengeskalasi kompetensi pengasuhan (parenting skills) para orang tua dalam menavigasi fase transisi fisik, mental, dan emosional kelompok usia remaja di tingkat tapak.

Selain penguatan pola asuh, para kader secara taktis dibekali dengan kurikulum instruksional program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Kebijakan intervensi ini secara rigid mengedukasi masyarakat mengenai batas usia ideal pernikahan—yakni minimal 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi laki-laki—sebagai jangkar proteksi medis untuk menjamin kesiapan fisik, kestabilan emosional, kemandirian ekonomi, serta pemahaman komprehensif seputar kesehatan reproduksi dan masa kehamilan.

Baca juga: Pemkot Tangerang Matangkan Penataan Kawasan Strategis Jalan Kiasnawi

“Pembinaan BKR ini merupakan komitmen makro Pemkot Tangerang dalam memitigasi berbagai risiko sosial remaja, termasuk mencegah pernikahan dini. Kita melatih kader agar mampu memotivasi orang tua di lingkungan terkecil. Penguatan kapasitas ini dipertebal dengan digitalisasi pelaporan melalui aplikasi New SIGA (Sistem Informasi Keluarga) dari BKKBN. Sinergi data yang valid sangat krusial untuk mengonversi kebijakan penanganan stunting agar lebih presisi dan tepat sasaran,” ungkap Tihar Sopian.

Integrasi platform digital New SIGA bertindak sebagai pilar pemutakhiran data kependudukan, pelayanan Keluarga Berencana (KB), serta akselerasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) secara nasional.

Melalui standardisasi input data digital ini, proses pencatatan indikator ketahanan keluarga di Kota Tangerang dipastikan berjalan secara akurat, transparan, dan akuntabel. DP3AP2KB Kota Tangerang optimistis, perpaduan antara keandalan kader sosiologis di lapangan dan validitas tata kelola big data kependudukan ini akan menjadi akselerator utama dalam mereduksi prevalensi stunting, sekaligus membentuk ekosistem keluarga yang sehat, tangguh, dan berdaya saing berkelanjutan menuju Indonesia Emas.

Baca juga: Kota Tangerang Diakui Nasional sebagai Pelopor Pemerintahan Modern dan Digital

Tags

Terkini