Serang, bantensatu,id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengajak organisasi kemasyarakatan Matahari Pagi Indonesia (MPI) menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah, terutama untuk mengawal sekaligus menjembatani aspirasi masyarakat.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, keberadaan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian penting dari modal sosial dalam pembangunan. Menurutnya, organisasi seperti MPI dapat menjadi penghubung bagi masyarakat yang belum memiliki kesempatan maupun keberanian untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
“Saya yakin MPI bisa mewakili harapan-harapan di masyarakat untuk dikomunikasikan dengan pemerintah. Kemudian, hal itu kita sinergikan menjadi sebuah kebijakan yang sesuai dengan harapan dan filosofi matahari,” kata Andra di Serang, Minggu.
Baca juga: Kota Tangerang Raih LPM Award 2026, Sachrudin Dorong Pembangunan Berbasis Kolaborasi Masyarakat
Ia mengatakan, sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemprov Banten juga mendorong MPI mengambil peran dalam mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, peningkatan produktivitas pertanian, Sekolah Rakyat, hingga penyediaan rumah subsidi.
MPI Dorong Gerakan Sosial Bersekala Nyata
Baca juga: DPRD dan Pemkot Tangerang Konsultasi ke Pusat soal Kesejahteraan PPPK Tenaga Teknis
Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar (PB) MPI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, MPI siap membangun sinergi dengan pemerintah melalui gerakan sosial dan kebudayaan yang dilakukan secara konsisten.
Menurutnya, gerakan sosial tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan berskala besar. Hal sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan juga dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
“Tidak perlu gerakan yang besar-besar. Gerakan kecil, tetapi bisa berdampak. Misalnya, bersih-bersih rumah ibadah, memberi makan gratis untuk kaum dhuafa, serta gerakan toilet bersih di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) MPI Provinsi Banten Nurcholis Ali Sya’bana menegaskan kesiapan organisasinya untuk memperluas gerakan MPI sekaligus mengawal aspirasi masyarakat di berbagai wilayah Banten.
MPI Banten telah menyiapkan sejumlah program, termasuk pendistribusian Makan Bergizi Gratis melalui food truck serta pemberdayaan UMKM bagi masyarakat penyandang disabilitas.
“Kita akan dukung, minimal dengan memberikan bantuan modal perdana dari Matahari Pagi Indonesia. Mudah-mudahan ke depan akan semakin banyak bantuan lain, sehingga seluruh warga Banten bisa merasakannya,” kata Nurcholis.
Kolaborasi pemerintah dan organisasi masyarakat pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang menjalankan program, melainkan tentang seberapa jauh kebijakan mampu menyentuh kehidupan warga. Pemerintah memiliki kewenangan, sementara masyarakat memiliki pengalaman atas persoalan di lapangan. Ketika keduanya bertemu dalam kerja nyata, pembangunan tidak lagi berjalan dari atas ke bawah, tetapi tumbuh dari kebutuhan manusia yang benar-benar mengalaminya.
Reporter: VA Editor: Faisal




