bantensatu.id-Akselerasi pemantapan perluasan lapangan kerja nasional dan penguatan instrumen peningkatan kompetensi SDM di tingkat wilayah terus digelorakan secara agresif oleh segenap jajaran otoritas daerah. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) secara resmi kembali memperkuat komitmen makro tersebut dengan membuka program On-Job Training (OJT) terbaru. Langkah makro pemetaan potensi kerja ini ditempuh murni sebagai draf kompas arah taktis kota dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal di dunia industri formal serta mempertebal daya saing kelompok masyarakat arus bawah dari hulu hingga ke hilir.
Penyusunan basis pelatihan vokasi di daerah tapak Gedung Disnaker Lantai 4 Kota Tangerang ini ditujukan murni sebagai draf langkah taktis pemerintah untuk merobohkan sekat pengangguran secara tegap dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaan kali ini, Disnaker Kota Tangerang menggandeng tiga perusahaan mitra strategis sekaligus, yaitu PT Arai Rubber Seal Indonesia (ARSI), PT High Tech Ancillaries Indonesia (HTA), dan PT Tomypak Makmur. Sebanyak 64 peserta asal Kota Tangerang yang telah lolos kurasi siap tegap dilatih dan ditempatkan langsung di lini produksi industri manufaktur guna menyerap keahlian secara instan, aman, andal, berkelanjutan, dan bugar.
Program OJT ini diklaim menjadi salah satu pilar program dengan tingkat keberhasilan dan daya serap yang sangat tinggi bagi warga lokal di wilayah penyangga hingga pusat kota. Berdasarkan draf evaluasi data berkala, persentase alumni pelatihan yang langsung diterima bekerja di perusahaan mitra aktif mampu menembus angka berkisar antara 50 persen hingga 85 persen. Pihak kementerian/lembaga daerah memastikan bahwa seluruh tata kelola rekrutmen peserta, draf penyusunan berkas kemitraan industri, hingga transparansi seleksi wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, dan terbuka. Manajemen ketenagakerjaan ini dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf praktik percaloan yang merugikan para pencari kerja lokal secara jujur.
Baca juga: 371 Atlet dari 19 Provinsi Bersaing Ketat di Kejurnas Panjat Tebing Piala Wali Kota Tangerang III
Dampak positif kemudahan sistem ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta asal Cipondoh, Fraiza Agil Fahri, yang mengambil penempatan di bidang otomotif PT ARSI guna memperluas keahliannya. Ia mengakui bahwa pemanfaatan sistem layanan publik siber Pemkot Tangerang terbukti sangat memudahkan masyarakat. Seluruh proses pengumpulan berkas administrasi awal, pengumuman, hingga pembukaan penempatan berjalan sangat lancar secara terbuka tanpa kendala berkat optimalisasi platform siber aplikasi Tangerang LIVE. Pemanfaatan teknologi ini dikawal ketat guna menjamin draf ketertelusuran draf status kelulusan peserta terekam secara akurat dan bersih.
“Program OJT di daerah tapak industri kota ini merupakan draf bukti sahih komitmen makro kita untuk memicu produktivitas pemuda. Kita ingin memastikan pemenuhan hak atas pekerjaan yang layak ini berjalan secara instan dan bugar melalui pembekalan kompetensi teknis yang jujur di lapangan. Lewat koordinasi tata pamong daerah yang bersih, transparan, terbuka, dan akuntabel, seluruh draf instrumen pelayanan ketenagakerjaan berbasis platform siber inovatif ini akan terus kita kawal ketat agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, dan higienis,” urai Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, dalam taklimat medianya, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Realisasi Investasi Kota Tangerang Tembus Rp5,45 Triliun




