Tangerang, bantensatu.id- Pemerintah memperluas akses pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat sebagai upaya menangani persoalan anak putus sekolah dan anak-anak yang berada dalam kondisi rentan di berbagai daerah.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah telah memberikan jaminan pendidikan formal bagi anak-anak jalanan maupun anak yang sebelumnya tidak bersekolah. Hingga kini, sekitar 43.000 anak telah kembali mengenyam pendidikan melalui program tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang sudah 43.000 anak-anak di jalanan, anak-anak yang tidak sekolah sudah bersekolah kembali. Dan ke depan diharapkan semakin banyak dan khususnya di kota-kota besar di Jakarta, kemudian di sekitar Banten,” ujar Teddy saat meninjau Gedung Rintisan Sekolah Rakyat di Kompleks Sekolah Penerbangan Curug, Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu.
Baca juga: Gubernur Banten Andra Soni Perintahkan Panitia Tabrak Intervensi Pejabat
Menurut Teddy, pemerintah melalui Kementerian Sosial memilih memanfaatkan sejumlah bangunan yang sebelumnya kurang digunakan untuk dijadikan sekolah rintisan. Bangunan tersebut direnovasi agar dapat segera digunakan sebagai fasilitas pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Pemerintah tidak ingin proses pembangunan sekolah baru membuat anak harus kembali menunggu untuk mendapatkan pendidikan.
“Pembangunan butuh waktu mungkin setahun, tapi anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Makanya ada yang rintisan,” katanya.
165 Sekolah Telah Dibentuk
Teddy menjelaskan, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Pada tahun sebelumnya, pemerintah telah membentuk 165 Sekolah Rakyat.
Sementara pada tahun ini, sebanyak 100 bangunan baru disiapkan di berbagai kabupaten dan kota dengan fasilitas yang lebih besar dan memadai.
Khusus di Provinsi Banten, pemerintah menyiapkan dua bangunan sekolah baru serta enam sekolah rintisan.
“Anak-anak yang terjaring dalam program ini tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga fasilitas penunjang seperti penginapan, makanan, jaminan kesehatan, hingga perlengkapan sekolah yang layak,” ujar Teddy.
Program tersebut tidak hanya menyasar anak yang putus sekolah. Pemerintah juga mengarahkan perhatian kepada anak-anak dari keluarga dengan kondisi rentan, termasuk anak yatim piatu serta anak yang kehilangan orang tua
Pemerintah Targetkan Sekolah Beroprasi Penuh
Teddy berharap penguatan program Sekolah Rakyat dapat membantu menekan angka anak putus sekolah sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.
Pemerintah menargetkan puluhan hingga sekitar 100 sekolah baru di berbagai wilayah Indonesia mulai beroperasi secara penuh pada akhir Agustus 2026 setelah rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Jika pendidikan adalah pintu menuju masa depan, maka memastikan anak-anak tetap berada di dalam ruang kelas bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi terhadap masa depan bangsa. Sekolah Rakyat pada akhirnya tidak hanya membangun gedung dan menyediakan fasilitas, tetapi berusaha mengembalikan satu hal yang sempat hilang dari sebagian anak: kesempatan untuk menentukan masa depannya sendiri.
Reporter: VA Editor: Faisal




