bantensatu.id-Akselerasi pengawalan program strategis nasional dan pemantapan komitmen antikorupsi guna melindungi hak-hak ekonomi akar rumput terus disuarakan secara lantang oleh elemen sipil. Aliansi Masyarakat Jakarta kembali menyampaikan aspirasi langsung kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam agenda audiensi kedua yang berlangsung di Ruang Aspirasi, Gedung Sayap Timur, Kemensetneg, pada Senin, 22 Juni 2026. Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, didampingi Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kemensetneg, Yuli Harsono.
Penyusunan forum penyampaian pendapat di daerah tapak ibu kota ini ditujukan murni sebagai draf instrumen taktis untuk membangun imunitas sosial sekaligus menegaskan dukungan masif terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koordinator Aksi, Edi Marzuki, menguraikan bahwa gerakan ini didukung oleh sekitar 50.000 masyarakat arus bawah yang merasakan dampak nyata program tersebut dalam menyerap hingga satu juta tenaga kerja di wilayah penyangga. Aliansi juga mendesak kementerian dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas para koruptor serta memberantas cengkeraman oligarki agar tidak merusak esensi keadilan sosial.
Kemensetneg menegaskan bahwa seluruh tata kelola pelaksanaan program prioritas, draf penyusunan anggaran bantuan sosial kementerian, hingga manajemen pengawasan di lapangan wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, dan terbuka. Pengelolaan program negara dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf tindakan spekulatif penyelewengan. Oleh karena itu, perwakilan aliansi seperti Reza Hermawan, Rima Patricia, dan Asdim mendesak dibukanya ruang evaluasi berkala serta pelibatan sistem pemantauan siber digital secara terbuka guna mengunci ketertelusuran distribusi makanan agar tetap bersih.
Baca juga: : Pemkot Tangerang Kerahkan 95 Personel dan 19 Armada Padamkan Kebakaran Pabrik Karet di Cipondoh
Di sisi lain, perwakilan warga Jakarta Utara, Dwiky Luthfiandi, menepis tajam narasi miring yang menuding aksi murni ini sebagai gerakan buzzer pemerintah. Menurutnya, program MBG sangat instan dan bugar dirasakan manfaatnya sebagai draf jangkar ekonomi bagi petani sayur, UMKM, dan penyedia logistik pangan lokal. Menanggapi gelombang aspirasi tersebut, Wamensesneg Juri Ardiantoro memberikan apresiasi tinggi dan berkomitmen meneruskan berkas tuntutan ini kepada Presiden demi menjaga maratabat fajar kebangkitan ekonomi rakyat yang sehat, bugar, mandiri, serta bermartabat penuh di kancah nasional.
“Aspirasi dari 50.000 peserta Aliansi Masyarakat Jakarta di daerah tapak ini merupakan draf bukti sahih besarnya harapan rakyat pada program MBG secara makro. Kita sepakat bahwa jika ada kendala teknis atau ulah oknum, yang diperbaiki adalah pengawasannya, bukan menghentikan programnya. Lewat tata pamong kementerian yang bersih, transparan, terbuka, dan akuntabel, ekosistem pangan rakyat ini akan kita jaga bersama agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, dan higienis,” urai Wamensesneg Juri Ardiantoro dalam taklimat medianya.
Baca juga: Sekda Herman Suwarman Instruksikan Percepatan Proyek Strategis Kota Tangerang




