Senin, 25 Mei 2026

per

BPBD Kota Tangerang dan Primaya Hospital Simulasikan Evakuasi Megathrust Demi Keselamatan Pasien

Petugas BPBD Kota Tangerang bersama staf medis Primaya Hospital sedang melakukan simulasi evakuasi pasien menggunakan tandu darurat menuruni tangga darurat gedung rumah sakit.
Sinergi Kemanusiaan: Personel BPBD Kota Tangerang memberikan arahan taktis kepada staf medis saat menyimulasikan evakuasi darurat horizontal dan vertikal di Primaya Hospital Tangerang demi mengantisipasi potensi gempa megathrust.
KOTA TANGERANGbantensatu.id,  Sebuah rumah sakit bukan sekadar bangunan fisik tempat merawat orang sakit, melainkan sebuah ekosistem kemanusiaan yang wajib memberikan rasa aman absolut bagi siapa pun di dalamnya. Menyadari besarnya tanggung jawab moral tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang berkolaborasi dengan Primaya Hospital Tangerang menggelar simulasi penanggulangan bencana skala besar yang berfokus pada penyelamatan jiwa manusia.
Langkah taktis ini menjadi perhatian serius di tingkat nasional, mengingat Indonesia kini tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa tektonik magnitudo besar (megathrust) serta risiko kebakaran perkotaan. Fokus utama dari latihan bersama ini adalah menguji keandalan prosedur evakuasi gempa bumi dan bahaya kebakaran secara presisi di lingkungan fasilitas kesehatan.
Direktur Primaya Hospital Tangerang, dr. Putri Syam, menegaskan bahwa esensi dari kolaborasi ini adalah menaruh aspek keselamatan manusia di atas segalanya. Melalui simulasi ini, pihak manajemen ingin mengukur secara riil sejauh mana kesiapan staf, keandalan infrastruktur medis dalam kondisi kritis, serta kelancaran koordinasi taktis dengan pihak luar.
“Simulasi ini diadakan sebagai bentuk penanggulangan bencana, terutama untuk gempa bumi dan kebakaran. Kita ingin melihat kesiapsiagaan dari para staf kami dan tentunya hubungan kolaborasi internal maupun eksternal, serta melihat kesiapsiagaan fasilitas kita pada saat kondisi kritis,” ujar dr. Putri dengan penuh optimisme.
Saat sirine tanda bahaya berbunyi, seluruh staf rumah sakit langsung diuji ketangkasan mental dan fisiknya. Mereka dituntut bergerak cepat menerapkan prosedur evakuasi darurat, mulai dari evakuasi horizontal menjauhi titik bahaya pada lantai yang sama, hingga evakuasi vertikal menuruni gedung menuju titik kumpul aman. Prioritas utama gerakan ini sangat jelas: menyelamatkan nyawa pasien yang rentan terlebih dahulu, baru kemudian mengamankan diri sendiri.
“Harapannya, hasil dari simulasi ini bisa memberikan rasa percaya diri kepada staf, supaya pada saat terjadinya bencana seperti ini mereka lebih siap menanggulangi demi keselamatan pasien dan pengunjung yang ada di rumah sakit,” tambah dr. Putri, menekankan sisi humanis dari pelatihan tersebut.
Langkah proaktif yang ditunjukkan oleh manajemen Primaya Hospital ini mendapat apresiasi tinggi dari otoritas keselamatan daerah. Inspektur Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Tangerang, Daik Romatta, memberikan dukungan penuh dengan menerjunkan 15 personel terampil beserta armada sarana penyelamatan darurat ke lokasi.
“Kegiatan hari ini bermula dari inisiatif RS Primaya untuk melihat kemampuan mereka ketika menghadapi kemungkinan bencana,” kata Daik.
Ia menilai simulasi bersama ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sebuah instrumen evaluasi yang sangat penting. “Melalui simulasi bersama ini, kami tidak hanya melatih mental staf agar lebih percaya diri, tetapi juga bertujuan untuk melakukan evaluasi total terhadap SOP evakuasi yang sudah berjalan selama ini,” jelasnya menambahkan.
Sebagai bagian dari kampanye keselamatan publik yang berkelanjutan, BPBD Kota Tangerang memanfaatkan momentum ini untuk mengimbau seluruh rumah sakit, instansi pemerintahan, hingga perusahaan swasta di wilayah Tangerang agar rutin menggelar simulasi serupa.
Bagi lembaga atau masyarakat yang ingin membangun ketahanan bencana bersama, BPBD Kota Tangerang membuka pintu koordinasi yang luas. Mekanisme pengajuan permohonan pendampingan dapat dilakukan secara mudah dengan mengirimkan surat resmi ke Kantor BPBD Kota Tangerang atau melalui saluran komunikasi digital di akun Instagram resmi @bpbdkotatangerang.
Melalui kesiapsiagaan yang terencana, Kota Tangerang sedang melangkah maju membangun peradaban yang tangguh dan memanusiakan manusia di tengah ancaman bencana alam yang tidak terduga.
Pewarta: Irin Masi | Editor: Faisal

Tags

Terkini