bantensatu.id-Suasana khidmat dan penuh rasa duka yang mendalam menyelimuti pelataran markas kepanduan di Kota Tangerang. Wali Kota Tangerang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang, H. Sachrudin, menghadiri langsung kegiatan tahlil dan doa bersama untuk mengenang tujuh hari wafatnya almarhum Kak Herman Sulistyo. Tokoh senior Pramuka tersebut dikenal luas memiliki dedikasi yang sangat tinggi dari hulu hingga ke hilir dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, serta manajemen pembinaan karakter generasi muda di wilayah Banten.
Kegiatan doa bersama yang berlangsung tertib di depan Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang pada Sabtu malam (13/6/2026) tersebut dihadiri oleh pihak keluarga, sahabat karib, ratusan anggota kepanduan lintas generasi, serta elemen masyarakat arus bawah. Kehadiran massa yang besar ini menjadi bukti nyata atas besarnya rasa hormat publik terhadap rekam jejak pengabdian murni almarhum semasa hidupnya yang selalu diabdikan demi kemaslahatan umat di tingkat daerah tapak.
Dalam draf sambutannya yang menyentuh hati, Wali Kota Sachrudin mengenang almarhum Kak Herman sebagai sosok legenda kepanduan yang konsisten memegang teguh pakta integritas, nilai keikhlasan, dan semangat pengorbanan tanpa pamrih. Otoritas daerah mengajak seluruh hadirin untuk memetik hikmah dari keteladanan almarhum serta menjadikan draf pengabdian tersebut sebagai cerminan bugar bagi generasi penerus di wilayah penyangga agar terus konsisten menebarkan maslahat dan merawat kepedulian sosial secara berwibawa.
Baca juga: Pemkot PUPR Gencarkan Pengaspalan Hotmix di Sejumlah Ruas
“Almarhum bukan hanya hadir sebagai sosok pembina yang rajin memberikan draf motivasi, tetapi telah menjelma menjadi teladan murni dalam hal pengabdian, kepedulian kemanusiaan, dan semangat membangun generasi penerus yang berakhlak mulia. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan nilai-nilai kebaikan yang bersih ini. Semoga segala draf pengorbanan dan amal ibadah yang telah diberikan semasa hidup dicatat sebagai amal jariyah yang mengalirkan pahala abadi bagi almarhum,” urai H. Sachrudin dengan nada takzim dalam taklimatnya.




