Sabtu, 30 Mei 2026

per

Pilar Saga Ichsan Gulirkan Beasiswa 1.000 Hafizh dan Insentif Tokoh Agama

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan khotbah Iduladha 1447 H di hadapan ribuan jemaah di Lapangan Puspemkot Tangsel.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, saat memberikan khotbah salat Iduladha 1447 Hijriah di Lapangan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Rabu (27/5/2026). Dalam khotbahnya, ia menyoroti pentingnya integrasi nilai religi dalam pembangunan kota modern.
CIPUTAT, bantensatu.id— Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, turun langsung memimpin prosesi penyembelihan hewan kurban bersama panitia dan elemen masyarakat di Lapangan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), Rabu (27/5/2026). Di tengah perayaan Iduladha 1447 Hijriah ini, pemerintah daerah menegaskan arah kebijakan makro yang menyeimbangkan antara megahnya infrastruktur fisik kota dengan kematangan spiritual warganya.
Saat bertindak sebagai khatib Iduladha di hadapan ribuan jemaah, Pilar menekankan bahwa esensi berkurban dalam konteks urban harus dikonversi menjadi tindakan pelayanan publik yang nyata. Pembangunan kota yang modern dan cerdas tidak akan bermakna tanpa ditopang oleh fondasi karakter masyarakat yang religius dan memiliki solidaritas sosial yang kuat.
Akselerasi Program Generasi Qurani dan Kesejahteraan Pegiat Religi
Sebagai manifestasi nyata dari visi “Cerdas, Modern, dan Religius”, Pemkot Tangsel secara konsisten menggelontorkan instrumen anggaran daerah untuk program-program afirmatif keagamaan. Salah satu program mercusuar yang terus diakselerasi adalah pemberian beasiswa bagi seribu hafizh (penghafal Al-Qur’an) untuk mencetak generasi muda Islam yang berdaya saing global.
Berdasarkan capaian data resmi, pada tahun anggaran 2025 lalu, program beasiswa ini telah berhasil disalurkan secara tepat sasaran kepada 220 siswa penghafal Al-Qur’an. Pemkot Tangsel berkomitmen melipatgandakan kuota penerima secara bertahap guna mencapai target seribu hafizh dalam koridor waktu yang direncanakan.
Tidak hanya menyasar sektor pendidikan hulu, jaring pengaman sosial juga diperluas ke sektor hilir dengan memberikan insentif modal kesejahteraan bagi para penggerak syiar Islam di akar rumput. Sepanjang tahun 2025, Pemkot Tangsel mencatat telah mendistribusikan insentif daerah secara berkala kepada 5.696 penerima manfaat yang terdiri atas guru ngaji, guru madrasah, marbot masjid, serta tokoh keagamaan lokal.
“Kita tidak boleh hanya fokus membangun jalan, jembatan, atau gedung-gedung tinggi. Kekuatan sesungguhnya dari Tangerang Selatan ada pada ukhuwah islamiah dan kepedulian sosial warganya. Program beasiswa hafizh dan insentif guru ngaji ini adalah cara kami merawat jiwa kota ini agar tetap humanis,” ujar Pilar Saga Ichsan usai menuntaskan penyembelihan hewan kurban.
Refleksi Iduladha yang ditunjukkan dari Lapangan Puspemkot Tangsel hari ini memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana sebuah kota metropolitan merawat spiritualitas publiknya. Melalui program beasiswa seribu hafizh dan perhatian konkret pada kesejahteraan marbot hingga guru ngaji, Tangerang Selatan sedang membuktikan bahwa modernitas tidak harus mengorbankan nilai-nilai ketuhanan.
Pengorbanan hewan kurban yang mengalir hari ini menjadi simbol pengikat hati, memastikan bahwa di balik gemerlap kemajuan fisik kota, selalu ada ruang kebajikan yang hangat untuk merangkul sesama dalam harmoni ukhuwah yang abadi.
Pewarta: Dudi Arifin
Editor: Faisal

Tags

Terkini