bantensatu.id-Akselerasi penanganan tanggap darurat makro dan penguatan sistem proteksi lingkungan pemukiman warga dari ancaman bencana terus dipacu secara agresif. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menerjunkan kekuatan penuh guna menaklukkan kebakaran hebat yang melanda kawasan pabrik karet PT Murni Karetindo Lestari (King Stone). Peristiwa yang berlokasi di Jalan KH Agus Salim, Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (21/6) malam. Langkah taktis ini diarsiteki murni sebagai draf kompas arah strategis untuk memutus rambatan api dari hulu hingga ke hilir.
Penyusunan barikade penyelamatan di daerah tapak lokasi bencana ini ditujukan murni sebagai instrumen taktis untuk mengamankan ruang sosiologis masyarakat arus bawah di wilayah penyangga. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menuturkan, laporan kebakaran pertama kali diterima petugas pada pukul 22.31 WIB. Tim pemadam langsung diberangkatkan secara instan dan bugar dalam waktu empat menit, serta tiba di lokasi kejadian pada pukul 22.45 WIB. Petugas langsung melakukan draf penyekatan guna memastikan rembetan api ke bangunan sekitar dapat dikendalikan secara bugar, sehat, dan aman.
Pihak BPBD bersama jajaran kementerian/lembaga terkait memastikan bahwa seluruh tata kelola mobilisasi logistik, draf pengerahan bantuan armada kementerian, hingga sistem pengamanan area wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, dan terbuka. Guna mempercepat penuntasan titik api, Pemkot Tangerang menerjunkan sebanyak 95 personel pemadam kebakaran yang didukung 19 unit armada pemadam. Manajemen darurat dikelola secara berwibawa serta higienis melalui koordinasi terbuka melibatkan dua personel Koramil, enam personel Dinas Kesehatan, satu unit ambulans, serta 30 relawan.
Baca juga: Pemprov dan KemenP2MI Potong Kompas Sindikat Non-Prosedural
Sinergi koridor kebencanaan yang harmonis lintas instansi ini terus dipertahankan secara terbuka di lapangan hingga proses pendinginan selesai dilakukan. Sementara itu, penyebab pasti draf amukan si jago merah tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. Melalui komitmen pengelolaan administrasi kedaruratan negara yang bersih, terbuka, dan inklusif terhadap platform siber koordinasi logistik, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area ring siber kejadian demi kelancaran proses penjinakan api yang sehat, kuat, bugar, serta bermartabat penuh.
“Pengerahan 95 personel dan 19 armada ini merupakan draf bukti sahih kesiapsiagaan penuh pemkot dalam menangani dampak bencana secara makro di daerah tapak. Seluruh unsur kedinasan dan relawan bersinergi secara instan dan bugar mengamankan lokasi. Lewat sistem tata pamong kedaruratan yang bersih, transparan, terbuka, dan akuntabel, proses pemadaman dan pendinginan ini kami kelola secara berwibawa, sehat, tertib, dan higienis demi keselamatan warga,” urai Mahdiar dalam taklimat laporannya.
Baca juga: Gubernur Andra Soni Desak Industri Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Banten




