KOTA TANGERANG – bantensatu.id, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi mengambil langkah diskresioner dengan memperpanjang masa pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jalur Domisili untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Minggu (28/06/2026). Intervensi kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab publik dan komitmen afirmatif otoritas pendidikan demi menjamin hak konstitusional warga negara dalam mengakses pendidikan, pasca terjadinya anomali teknis pada sistem digital pendaftaran.
Langkah mitigasi ini menjadi krusial guna memastikan azas keadilan (equity) dan inklusivitas dalam kontestasi perebutan kursi sekolah negeri. Pemkot Tangerang bergerak cepat melakukan pemulihan sistem sekaligus memberikan kompensasi waktu agar tidak ada satu pun calon peserta didik yang dirugikan oleh hambatan birokrasi digital.
Merespons situasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menegaskan bahwa perpanjangan durasi ini murni merupakan optimalisasi pelayanan tanpa mengorbankan lini masa (timeline) akademik yang sudah dirancang sebelumnya. Otoritas memastikan pengumuman hasil seleksi tidak akan bergeser, yakni tetap pada hari Senin (29/06/2026).
“Perpanjangan ini tidak mengubah petunjuk teknis maupun jadwal tahapan lainnya. Kami hanya menambah waktu pendaftaran sehingga seluruh proses seleksi tetap berjalan sesuai ketentuan,” jelas Wahyudi Iskandar secara transparan, Sabtu (27/06/2026).
Sikap ksatria ditunjukkan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang dengan melayangkan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi. Dalam kacamata tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), pengakuan atas malafungsi sistem merupakan bentuk transparansi radikal yang meletakkan warga sebagai subjek utama pelayanan.
Wahyudi memastikan bahwa disrupsi sistem ini tidak berlalu begitu saja, melainkan langsung diintegrasikan ke dalam basis data evaluasi taktis untuk pembenahan infrastruktur digital SPMB di masa depan.
“Kami mengimbau para orang tua dan calon peserta didik agar memanfaatkan perpanjangan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya,” imbau Wahyudi. Ia juga menambahkan pesan krusial terkait akurasi data, “Masyarakat diminta tetap teliti saat mengisi data pendaftaran agar tidak terjadi kesalahan yang dapat memengaruhi proses seleksi.”
Hingga detik terakhir penutupan keran pendaftaran, seluruh tim teknis dan operator dikerahkan secara simultan untuk melakukan monitoring ketat serta pemeliharaan preventif pada peladen (server). Langkah berlapis ini diambil untuk menjamin keandalan sistem, meminimalisir risiko kegagalan akses berulang, dan menghadirkan pelayanan publik yang berintegritas bagi seluruh warga Kota Tangerang.
Reporter: IrinMasi| Editor:Faisal




