Rabu, 15 Juli 2026

per

Pemkot Tangerang Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi dengan Inflasi Terendah Se-Banten 2,36 Persen

bantensatu.id-Akselerasi pemantapan stabilitas moneter nasional dan penguatan instrumen ketahanan ekonomi makro di tingkat tapak terus dikawal secara ketat oleh jajaran otoritas keuangan daerah. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil menjaga stabilitas perekonomian daerah pada periode akhir semester pertama tahun 2026 dengan mencatatkan angka inflasi terkendali sebesar 2,36 persen secara tahunan (year on year). Langkah makro pengendalian laju harga ini ditempuh murni sebagai draf kompas arah taktis pemerintah guna menjaga daya beli warga, mengamankan ketersediaan pasokan logistik pangan, serta melindungi hak kesejahteraan kelompok masyarakat arus bawah dari hulu hingga ke hilir.

Penyusunan basis ketahanan fiskal daerah yang solid di daerah tapak yurisdiksi Kota Tangerang ini ditujukan murni sebagai draf langkah taktis pemerintah untuk meredam lonjakan komoditas barang pokok di pasar tradisional secara tegap. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi bulanan bergerak konstan dan tidak signifikan, yakni dari April (1,54 persen), Mei (1,96 persen), hingga ditutup Juni (2,36 persen) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada pada angka 110,19. Melalui intervensi pasar yang tegap ini, manajemen pengendalian harga dari wilayah penyangga perkampungan hingga pusat niaga dirancang agar mampu disajikan secara instan, aman, andal, berkelanjutan, dan bugar bagi kestabilan konsumsi rumah tangga warga.

Pemkot Tangerang bersama jajaran kementerian/lembaga daerah menegaskan bahwa seluruh tata kelola pengawasan rantai pasok hulu, draf penyusunan draf berkas pelaporan stok kementerian, hingga validasi harga eceran tertinggi wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, dan terbuka. Manajemen stabilisasi harga ini dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf muatan praktik penimbunan barang dan draf tindakan spekulasi pasar yang tidak jujur. Kategori makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil 0,87 persen dipicu fluktuasi air kemasan, bawang merah, kue kering, dan minyak goreng, yang terus dikawal secara terbuka guna mengunci draf ketertelusuran draf draf pergerakan nilai barang agar terekam secara akurat dan bersih.

Baca juga: : BPS Kota Tangerang Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Dijamin Rahasia

Sinergi koridor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang harmonis antara jajaran Pemkot Tangerang, BPS, satgas pangan, para distributor utama, dan elemen pelaku usaha mikro ini optimistis mampu menjaga tren pertumbuhan ekonomi lokal secara sehat. Dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Banten, capaian Kota Tangerang tercatat menjadi yang paling rendah di tengah rata-rata inflasi wilayah lain yang berada di atas 3 persen. Keberhasilan memimpin manajemen hulu inflasi ini diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran spu keuangan daerah yang sehat, kuat, bugar, jujur, serta bermartabat penuh di masa depan melalui bimbingan tata pamong ekonomi yang bersih.

“Keberhasilan menutup semester pertama dengan inflasi terendah di daerah tapak Provinsi Banten ini merupakan draf bukti sahih efektivitas bauran kebijakan makro kita. Kita ingin memastikan seluruh pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat berjalan secara instan and bugar melalui kelancaran distribusi logistik yang jujur dan adil. Lewat koordinasi tata pamong daerah yang bersih, transparan, terbuka, dan akuntabel, intervensi berkelanjutan lewat program Gampang Sembako dan inovasi siber keliling Bang Sama ini akan terus kita kawal ketat agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, dan higienis,” urai Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, Rabu (1/7/2026).

Baca juga: Majalah LIVE Kota Tangerang Raih Apresiasi Positif dari Berbagai Daerah di Indonesia City Expo

Tags

Terkini