Kota Tangerang,bantensatu.id-Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) Edisi HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi di daerah.
Program yang digelar di sejumlah permukiman ini menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Tangerang dalam memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, meski ketersediaan stok bahan pokok di pasaran saat ini masih mencukupi.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksano, mengatakan masyarakat diimbau memanfaatkan program tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Meski kebutuhan stok sembako di pasar selama bulan ini mencukupi, kami mengajak warga memanfaatkan program sembako murah untuk memenuhi kebutuhan pangan,” kata Ruta, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, terutama pada kelompok bahan pangan yang masih memberikan kontribusi terhadap kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas penyumbang inflasi di Kota Tangerang antara lain nasi dengan lauk sebesar 7,10 persen, minyak goreng 7,93 persen, dan kue kering 16,69 persen. Selain itu, komoditas nonpangan seperti emas memberikan kontribusi inflasi sebesar 33,47 persen, sedangkan bensin mencapai 6,64 persen.
Sementara itu, inflasi Kota Tangerang pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,01 persen (year on year) dan minus 0,19 persen (month to month), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98.
Ruta menambahkan, capaian tersebut menjadikan Kota Tangerang sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah di Provinsi Banten, di mana rata-rata inflasi provinsi berada pada angka 2,49 persen.
“Kota Tangerang merupakan daerah dengan angka inflasi terendah di Provinsi Banten yang mempunyai rata-rata inflasi hingga mencapai 2,49 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, menjelaskan Gerakan Pangan Murah berlangsung mulai 23 Juli hingga 13 Agustus 2026 dan digelar secara bergilir di 13 kecamatan.
Dalam program tersebut, masyarakat dapat membeli paket sembako seharga Rp95 ribu, yang terdiri atas beras SPHP 5 kilogram seharga Rp58 ribu, minyak goreng kemasan 1 liter Rp22 ribu, dan gula pasir 1 kilogram Rp17.500.
Selain paket sembako, tersedia pula berbagai komoditas pangan lainnya dengan harga di bawah pasar, seperti ayam segar mulai Rp35 ribuan, daging beku mulai Rp105 ribuan, bakso mulai Rp11 ribuan, nugget mulai Rp10 ribuan, aneka olahan ikan mulai Rp15 ribuan, telur ayam, hingga berbagai kebutuhan bumbu dapur.
Adapun jadwal pelaksanaan Gerakan Pangan Murah edisi HUT Ke-81 RI meliputi:
- 4 Agustus 2026 – Halaman Kantor Kelurahan Margasari
- 5 Agustus 2026 – Halaman Kantor Kelurahan Manis Jaya
- 6 Agustus 2026 – Halaman Kantor Kelurahan Jatiuwung
- 10 Agustus 2026 – Halaman Kantor Kelurahan Panunggangan Timur
- 11 Agustus 2026 – Halaman Kantor Kelurahan Karang Mulya
- 12 Agustus 2026 – Halaman Kantor Kelurahan Sudimara Barat
- 13 Agustus 2026 – Halaman Kantor Kecamatan Larangan
Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut sebagai alternatif berbelanja kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan nasional.
Reporter: VA Editor: Faisal




