Kota tangerang,bantensatu.id-Kebakaran rumah masih menjadi salah satu ancaman yang dapat terjadi tanpa diduga dan menimbulkan kerugian besar, baik terhadap keselamatan jiwa maupun harta benda. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang mengingatkan masyarakat agar memahami langkah-langkah penanganan darurat sekaligus mengutamakan keselamatan diri saat menghadapi peristiwa kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, menegaskan bahwa keputusan yang diambil pada menit-menit pertama saat kebakaran terjadi sangat menentukan besarnya dampak yang ditimbulkan.
Namun demikian, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan yang justru membahayakan keselamatan diri apabila kobaran api sudah sulit dikendalikan.
Baca juga: PAD Tangerang Tembus 100 Persen di Triwulan II, Pemkot Tekankan Pajak Harus Kembali ke Masyarakat
“Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Apabila api mulai membesar atau sulit dikendalikan, segera evakuasi seluruh penghuni rumah ke tempat yang aman,” ujar Mahdiar.
BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang apabila menghadapi situasi kebakaran. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mengevakuasi seluruh penghuni rumah, terutama anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas menuju lokasi yang aman.
Apabila kondisi memungkinkan, aliran listrik dapat diputus melalui Miniature Circuit Breaker (MCB) untuk mengurangi risiko korsleting maupun meluasnya api.
Untuk kebakaran yang berasal dari kompor atau tabung gas, masyarakat diingatkan tidak menggunakan air sebagai alat pemadam. Api dapat dipadamkan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kain basah yang tebal, atau pasir apabila kobaran api masih dalam skala kecil dan masih dapat dikendalikan.
Sebaliknya, jika api sudah membesar, masyarakat diminta tidak kembali masuk ke dalam rumah hanya untuk menyelamatkan barang-barang berharga karena risiko terhadap keselamatan jauh lebih besar.
BPBD juga mengingatkan warga agar segera menghubungi Call Center 112 atau Posko BPBD Kota Tangerang di nomor 021-5582-144 yang beroperasi selama 24 jam. Informasi lokasi yang lengkap dan akurat sangat membantu petugas mempercepat proses penanganan di lapangan.
Selain itu, warga sekitar diharapkan ikut membantu proses evakuasi sekaligus memastikan akses menuju lokasi kebakaran tetap terbuka agar armada pemadam dapat bergerak tanpa hambatan.
Mahdiar menambahkan, upaya pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko kebakaran di lingkungan permukiman.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan, seperti memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak menumpuk stop kontak, memastikan kompor dalam kondisi mati setelah digunakan, serta menyediakan APAR di rumah apabila memungkinkan,” tambahnya.
Tidak kalah penting, setiap keluarga dianjurkan memiliki prosedur evakuasi mandiri. Menentukan jalur keluar rumah serta titik kumpul sejak dini dinilai mampu mengurangi kepanikan ketika kondisi darurat benar-benar terjadi.
Di tengah padatnya kawasan permukiman perkotaan, kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kebakaran memang sering datang tanpa pemberitahuan, tetapi dampaknya dapat diminimalkan ketika masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan. Sebab, dalam situasi darurat, yang paling berharga bukanlah harta benda yang berhasil diselamatkan, melainkan setiap nyawa yang dapat pulang dengan selamat.
Reporter: VA Editor: Ismail Saleh, Faisal, ARMY




